Anies melayat warga korban kecelakaan saat menuju taklim

id anies baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengantar keberangkatan korban meninggal Rahmat Hidayat akibat kecelakaan lalu lintas saat acara taklim (Foto IG Anies Baswedan)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melayat warga bernama Rahmat Hidayat (15) yang meninggal akibat kecelakaan saat akan menuju taklim, sebelumnya dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu.

Hal itu terlihat di akun instagram Anies Baswedan, pada hari Minggu terdapat delapan foto, saat di RSUD Pasar Minggu dan saat melayat di rumah almarhum Rahmat Hidayat di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dalam statusnya Gubernur DKI menyebutkan kalau pasien yang dijenguknya di ruang ICU RS Pasar Minggu pada Kamis malam (28/2) memanggil-manggil namanya ..."Pak Anies, Pak Anies, Pak Anies!.

Suaranya keras walau terhalang masker oksigen yg dipakainya. Hingga terdengar seruangan ICU.Saya hampiri. Matanya menatap tajam. Tangan, kaki dan sekujur badan terkulai tanpa gerak.

 Dia mengalami patah di 2 ruas tulang lehernya. Tangan dan kaki terlihat lumpuh. Seorang anak muda, 15 tahun, kecelakaan saat perjalanan ke kegiatan taklim. 

l“Rahmat Hidayat,” jawabnya, saat saya tanya nama. Dayat, panggilannya, lalu menyanyikan lagu penyemangat Persija.

Saya dengar dia juga suka melantunkan shalawat. Dalam sakit yang tak terkira itu, dia masih melantunkan shalawat. 

“Cium saya Pak. Cium saya Pak,” pinta Dayat. Saya tatap dia. Dia senyum dan saya senyum. Lalu saya sentuh keningnya, pundaknya. Perlahan saya cium keningnya. Saya tahan, saya cium lama kening Dayat. Seakan anak sendiri. 

Sambil membayangkan dia sedang berhadapan perenggang nyawa. Terdengar suara lirihnya, “terima kasih Pak Anies, terima kasih.” Saya senyum dan berdoa.

Saya pamit sambil memastikan operasi bisa segera dilaksanakan. Alhamdulilah Jumat pagi operasi dilakukan. Ikhtiar manusia menyelamatkan anak belia ini. Lebih dari 12 jam dokter dan paramedik berjuang di meja operasi. Misi yang tidak ringan.
Allah punya rencana lain. Minggu subuh, sebuah teks masuk di wa mengabarkan Dayat wafat pukul 1 dini hari.

Pagi tadi saya melayat ke Jagakarsa.

Di mushola tempat dia disholatkan, saya temui Ibunya, Ayahnya. Mereka masih terpukul; tak pernah ada dalam bayangannya kalau mereka yg melahirkan dan membesarkan Dayat, kini harus menguburkannya. Pada orangtuanya saya sampaikan, Insya Allah anak ini akan jadi pembuka Jannah bagi mereka, Amiin.

Setelah disholatkan, kami angkat jenazahnya. Melepas ke rahmatullah... Ke Rahmatullah semua akan kembali, sebuah pelajaran bagi semua. Kullu Nafsin Dzaa Iqatul Maut...Al Fathihah, demikian status Gubernur DKI Anies Baswedan.

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar