Anak Krakatau alami satu kali kegempaan tektonik jauh

id Gunung Anak Krakatau,kegempaan tektonik

Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berada di level III (Siaga). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.


Bandarlampung, (ANTARA News) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, yang mengalami satu kali kegempaan tektonik jauh sepanjang pengamatan Jumat (8/2) hingga Sabtu dini hari.

Menurut PVMBG, dalam rilis laporan aktivitas gunung api yang diterima di Bandarlampung, Sabtu, seperti disampaikan Jumono, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 8 Februari 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, mengalami kegempaan tektonik jauh satu kali, dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak terbaca, durasi 122 detik.

Visual gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Ombak laut tenang.

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian saat ini 110 meter dari permukaan laut (mdpl) ini sepanjang pengamatan cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, dan barat laut. Suhu udara 25-30 derajat Celsius, kelembapan udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.

Baca juga: PVMBG: Gunung Anak Krakatau alami satu kali kegempaan vulkanik dalam

Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar