Rumah wartawan Lamongan dibedah dalam rangkaian HPN 2019

id Hari Pers Nasional HPN 2019,rtlh,bedah rumah,rumah tidak layak huni,pwi

Sejumlah prajurit TNI AL mendirikan rumah contoh di sela-sela penutupan pelaksanaan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/11/2017). (Dok ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Lamongan (ANTARA News) - Salah satu rumah milik wartawan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) dibedah (direnovasi), karena termasuk dalam rumah tidak layak huni (RTLH) dan mendapat bantuan program bedah rumah dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019.

"Mulai hari ini sudah dilakukan renovasi, bersama bantuan tim dari Zidam V Brawijaya yang sebelumnya meninjau lokasi," kata pemilik rumah, Hamim Anwar yang juga salah satu wartawan media daring tersebut saat dikonfirmasi di Lamongan, Sabtu.

Hamim menuturkan, rumahnya terpilih mendapat program bedah rumah dari sepuluh rumah milik wartawan di Jatim, dan lokasinya berada di pelosok desa yaitu Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Lamongan.

"Rumah kami terpilih karena kondisinya terbuat dari kayu dengan dinding semi permanen, serta lantainya masih tanah. Selain itu, sudah kami tempati secara turun temurun sejak zaman sebelum Indonesia merdeka," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan bedah rumah milik keluarga wartawan dalam rangka peringatan HPN 2019 yang digelar di Jatim sebagai tuan rumah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemprov Jatim, Mohammad Rudi Ermawan Yulianto mengatakan, bedah rumah wartawan tujuannya untuk memperhatikan dan memberi bantuan kepada wartawan yang rumahnya kurang layak melalui program bedah RTLH Pemprov Jatim.

"Jadi ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Jatim, seperti program RTLH untuk memperbaiki rumah milik warga tidak mampu yang tidak layak huni," kata Rudi.

Baca juga: Independensi jadi tantangan pers di tahun politik
Baca juga: Kapolri-Menkominfo dijadwalkan hadiri diskusi Santun Bermedia
 

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar