Pedagang Setu Babakan dibina untuk tertib berdagang

id Setu Babakan,Jakarta Selatan,Perkampungan Betawi

Dua petugas mendayung wahana wisata perahu naga di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (22/8). Libur Idul Fitri 1433 H dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengunjungi objek wisata di sejumlah kawasan di Jakarta. (ANTARA/Dian Dwi Saputra)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 400 pedagang yang berada di lingkungan wisata Setu Babakan mendapatkan pembinaan dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan agar tertib dalam berdagang.

Kepala UPK PBB Setu Babakan Rofiqah Mustafa berharap melalui pembinaan ini, PBB Setu Babakan  menjadi  destinasi wisata perkampungan Betawi  unggulan di Provinsi DKI Jakarta sesuai Sapta Pesona.

"Jadi biar pedagangnya tertib, dalam artian ya harganya jangan sampai lebih mahal dari tempat lain. Terus cara dia berpakaian harus mengimplementasinya dari budaya betawi, begitu juga dari tutur kata mereka, dan juga dari jenis makanannya," kata Rofiqah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Rofiqah menuturkan, tujuan lain dari pembinaan ini juga untuk menata tempat para pedagang agar memiliki area khusus untuk kuliner.

"Nanti kami kasih satu tempat yang memang zonasi kuliner. Nanti ke depan konsepnya bahwa di PBB Setu Babakan bukan pedagang kaki lima tapi ada semacam kantong kuliner yang memang sesuai yang diinginkan oleh pendiri PBB ini," tuturnya.

Rofiqah menambahkan pembinaan ini disambut positif oleh seluruh pedagang di area Setu Babakan. Pasalnya, sebelum melakukan pembinaan, pihak UPK melakukan rapat koordinasi bersama para RW di wilayah Setu Babakan.

"Mereka justru mendukung kita, karena para RW tidak mau kawasannya itu menjadi kumuh dan tidak tertata dengan baik," ungkapnya.

Diketahui, dalam pembinaan tersebut ratusan pedagang yang berada di lokasi destinasi wisata PBB Setu Babakan diberikan surat pernyataan yang dibuat di atas materai, sebagai bukti kesiapsediaan para pedagang untuk mentaati segala aturan dan ketentuan dalam kegiatan berdagang di wilayah Setu Babakan.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar