Pegadaian resmikan program Bank Sampah di Banyuwangi

id Pegadaian,Bank Sampah,tabungan emas

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Harianto Widodo (kiri), di Peresmian Bank Sampah The Gade Clean & Gold, di Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi, Kamis. (Pegadaian)

Jakarta (ANTARA News) - Setelah membuka bank sampah di 12 kota, PT Pegadaian (Persero) kini merambah ke Banyuwangi, Jawa Timur, guna mengajak masyarakat dalam mengolah dan mengubah sampah menjadi tabungan emas.

"Kehadiran program ini sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, dimana masyarakat dapat membuat sampah menjadi tabungan emas," kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Harianto Widodo, di Peresmian Bank Sampah The Gade Clean & Gold, di Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi, Kamis.

Melalui keterangan tertulisnya, Harianto menjelaskan program Bank Sampah ini merupakan realisasi dari Corporate Social Responsiblility (CSR).

Selain memilah sampah menjadi emas, Bank Sampah dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan inklusi kepada masyarakat, dan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

Untuk proses sampah menjadi emas, dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga berdasarkan jenis sampah, seperti organik dan anorganik.

Baca juga: Tabungan emas 8,2 kilogram untuk nasabah Pegadaian
Baca juga: Pegadaian fasilitasi konversi sampah jadi tabungan emas


Dengan demikian, sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dapat melalui proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, dan hingga tahap akhir hasil penimbangan ke dalam tabungan emas.

Ada pun pemilihan Kabupaten Banyuwangi karena sampah yang dihasilkan kota tersebut cukup besar, yaitu 600 ton perhari dari 13 kecamatan atau lebih dari separuh jumlah kecamatan di Banyuwangi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyampaikan bahwa Program Bersih-Bersih Pegadaian di Banyuwangi ini akan memberi dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi lingkungan.

"Adanya Bank Sampah ini, diharapkan masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan artinya kebersihan. Sehingga dapat meningkatkan sisi kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Anas menjelaskan Kabupaten Banyuwangi memiliki petugas dan program pengelolaan sampah untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah dengan memasang CCTV di sejumlah titik aliran sungai.

Selain itu, Banyuwangi tercatat memiliki 23 ruang terbuka hijau, yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik sekaligus menjaga kebersihan udara.

Baca juga: Pegadaian makin agresif, targetkan 12,3 juta nasabah tahun ini
Baca juga: Pegadaian proyeksi pendapatan 2019 capai Rp13,98 triliun

 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar