Kapal nelayan mati mesin di perairan Kolaka-Sultra dievakuasi tim SAR

id Kapal nelayan mati mesin di perairan Kolaka,dievakuasi tim SAR

Evakuasi Korban KM Marina Sejumlah nelayan mengevakuasi jenazah korban KM Marina Baru 2 B di Perairan Pakue, Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/12). Hari ke enam pencarian korban KM Marina Baru 2B, Tim SAR dibantu nelayan berhasil mengevakuasi 40 orang dengan Total evakuasi 103 orang, 40 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/nz/15

Kendari,  (ANTARA News) - Tim rescue pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara berhasil mengevakuasi kapal longboat yang terombang ambing di perairan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, karena mengalami mati mesin Selasa malam.

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Kendari, Wahyudi, di Kendari, Selasa malam, mengatakan pukul 19.30 WITA "longboat" yang bernama "Berkah Doa Sang Ibu" yang dilaporkan mati mesin berhasil dievakuasi.

"Kapal 'Berkah Doa Kasih Ibu' milik masyarakat nelayan setempat disewa salah satu perusahaan untuk melakukan survey potensi tambang di Pulau Maniang," katanya.

Kapal telah kembali ke Pantai Pomalaa setelah sebelumnya dilaporkan mati mesin dan terombang ambing berjam-jam karena dihantam ombak sekitar perairan Pomalaa.

"Bodi kapal dalam kondisi baik namun mesin yang mengalami gangguan, sehingga setelah diservis kemudian kembali normal," kata Wahyudi.

Tim rescue Pos SAR Kolaka yang menerima informasi kecelakaan langsung bergerak untuk mengevakuasi anak buah kapal dan penumpang.

Penumpang kapal naas sebanyak 14 orang, yakni Yulim (35), Parmin (39), Musafir (30), Halilintar (21), Ari (26), Andit (27), Erwin (40),? Jeki (20), Aco (20), Alvin (20), Muh. Yunus (20), Ipang (36), Syaril (30), dan? Adi (25) sebagai kapten kapal.

Baca juga: Basarnas hentikan pencarian korban longsor Kolaka Utara

Baca juga: Kolaka siapkan 12 ambulans antar jenazah korban KM Marina

Pewarta : Sarjono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar