Polisi targetkan dua juta relawan lalu lintas hingga Maret

id Kecelakaan lalu lintas, generasi milenial, refdi andri

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri saat berpidato dalam konferensi pers acara Millennial Road Safety Festival, di Kantor NTMC, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (ANTARA News/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA News) - Korlantas Polri melalui program Millennial Road Safety Festival pada 2 Februari-31 Maret 2019, menargetkan dua juta relawan lalu lintas dari generasi milenial untuk berkampanye keselamatan lalu lintas.

"Ini yang menjadi target kami. Target rasional, sebelumnya muncul diskusi dengan kawan muda, mahasiswa, pelajar, orang tua, semua elemen sehingga itu target yang sangat rasional," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri di Kantor NTMC, Jakarta, Kamis.

Refdi Andri mengatakan program yang akan dilakukan di seluruh polda di Indonesia tersebut bertujuan memberdayakan kaum milenial untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Kaum milenial dirangkul karena sebanyak 57 persen korban kecelakaan lalu lintas berusia 16-38 tahun dan 25 persen korban kecelakaan lalu lintas berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Sementara jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia pada 2011 mencapai 32 ribu orang yang ditargetkan menurun hingga separuhnya pada 2020.

Sementara data kecelakaan pada tahun 2014 hingga 2018, rata-rata korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 30 ribu orang per tahun atau sekitar 80 orang per hari.

"Kecelakaan merupakan suatu musibah besar karena mengguncang jiwa luar biasa dalam keluarga. Putus harapan dalam keluarga," ujar Refdi.

Kaum milenial yang memiliki produktivitas tinggi apabila terlibat kecelakaan dapat kehilangan potensinya sehingga pihak kepolisian menilai kampanye kesadaran berlalu lintas harus dilakukan secara masif, terstruktur dan berkelanjutan.

Baca juga: Polri rangkul kaum milenial tekan angka kecelakaan lalu lintas

Baca juga: Capres diminta tak boboti materi debat dengan pesimisme

Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar