31 atlet berprestasi Asian Games dijadikan nama-nama perpustakaan

id Tanoto foundation,Program satu emas satu perpustakaan,Asian games,perpustakaan sekolah,atlet nasional,minat baca

Anak-anak SD Airlangga melakukan kegiatan belajar di perpustakaan "Jafro Megawanto" di Medan Sumatera Utara (7/12/2018) yang merupakan bantuan dari program #1emas1perpustakaan oleh Tanoto Foundation. (ANTARA/Aubrey Fanani)

Medan (ANTARA News) - Para atlet berprestasi di Asian Games 2018 dijadikan nama-nama dari 31 perpustakaan yang sedang diperbaiki di berbagai sekolah di tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Jambi dan Kepulauan Riau. 

"Indonesia telah berhasil meraih 31 emas pada ajang Asian Games 2018, maka kami akan mengembangkan 31 perpustakaan sekolah," kata Global CEO Tanoto Foundation Satrio Tanudjojo saat meresmikan perpustakaan kedua dari program #1Emas1Perpustakaan di SD Airlangga di Sumatera Utara, Jumat.

Di SD Airlangga, perpustakaan tersebut diberi nama atlet peraih emas di cabang olahraga paralayang Jafro Megawanto. Dua atlet Asian Games Jafro Megawanto dan juga atlet panahan Diananda Choirunusa juga hadir dalam peresmian tersebut.

Program #1Emas1Perpustakaan dibuat oleh badan filantropi Tanoto Foundation  untuk merayakan kemenangan Indonesia di Asian Games sekaligus untuk mengembangkan perpustakaan sekolah.

 Dia mengatakan bantuan yang diberikan Tanoto Foundation berupa perbaikan perpustakaan, penambahan koleksi buku dan penggunaan perpustakaan.

"Anak-anak Indonesia kurang suka ke perpustakaan karena perpustakaannya seram. Di sini kami membantu memperbaiki perpustakaan agar menjadi tempat yang nyaman untuk mereka bermain dan belajar, diharapkan akan meningkatkan minat baca para siswa," kata Satrio.

Perpustakaan di SD Airlangga yang telah mendapat bantuan  memang terlihat lebih cerah dan bewarna. Lantainya dilapisi karpet, dan dindingnya dipenuhi rak-rak buku bewarna-warni. Selain itu ada juga poster-poster yang menunjang proses belajar di perpustakaan.

Buku-buku bacaan yang diberikan adalah buku bacaan yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Satrio mengatakan dipilihnya program untuk pengembangan perpustakaan karena minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

Menurut Riset World's Most Literate Nation 2016, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei dalam hal budaya baca.

Sementara menurut riset UNESCO 2011 hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca.

Kedua atlet menyatakan senang  dapat ikut mendorong menumbuhkan minat baca kepada anak-anak sekolah.

"Saya percaya semakin tinggi tingkat literasi siswa dan semangat mereka bekerja keras maka semakin besar peluang mereka menggapai cita-cita," kata  Jafro.

Sementara itu Deputi Direktur Tim Indonesia Jefry Akbar mengatakan program tersebut telah memberikan pemahaman tentang pahlawan baru yaitu para atlet.

"Dengan menjadikan nama-nama atlet sebagai nama perpustakaan  mereka akan mengenalnya, kemudian dapat membangkitkan semangat anak muda untuk mencapai cita-citanya," kata dia.

 Tanoto Foundation menargetkan 31 perpustakaan sekolah yang dibantu akan selesai pada awal 2019.

Baca juga: Inisiatif baik wujudkan perpustakaan di sekolah pedalaman
Baca juga: KONI beri penghargaan atlet dan pengurus olahraga berprestasi di Asian Games 2018
 

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar