BMKG minta mewaspadai curah hujan seminggu ke depan

id BMKG,hujan

Petugas menunjukkan layar prakiraan cuaca di Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Selasa (31/7/2018). BMKG setempat mengimbau masyarakat dalam sepekan kedepan untuk waspada terhadap angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang dan lebat pada pagi dan malam hari terutama di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Selatan dan Aceh Singkil. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat mengimbau masyarakat disejumlah daerah untuk mewaspadai peningkatan curah hujan pada satu minggu ke depan.

"Hasil pantauan terkini kondisi atmosfer menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gelombang atmosfer," kata Kepala Pusat Meterologi Publik BMKG A Fachri Radjab di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, beberapa sirkulasi atau pusaran aliran udara terbentuk di sekitar wilayah Indonesia, diantaranya terdapat di perairan Barat Aceh, Laut Natuna dan Selat Karimata.

"Sirkulasi ini akan memberikan dampak berupa meningkatnya konsentrasi kelembapan udara untuk mendukung pertumbuhan awan," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sirkulasi ini kemudian juga memicu terbentuknya wilayah konvergensi/pertemuan massa udara di sepanjang pesisir Barat Sumatera, Kalimantan bagian Barat hingga Selat Karimata  dan Pulau Jawa.

Wilayah konvergensi tentunya akan meningkatkan potensi pertumbuhan awan di wilayah yang dilaluinya.

Pola kondisi atmosfer seperti ini akan bertahan dalam periode seminggu ke depan, sehingga kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari ke depan.

Sejumlah daerah yang berada dalam kondisi tersebut yaitu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung.

Juga di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Papua Barat serta Papua.

Selain itu juga adanya potensi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 meter hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur hingga NTB, Samudera Pasifik Utara Kepulauan Halmahera.

Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Baca juga: Jakarta diprakirakan diwarnai hujan lokal
Baca juga: Jaktim-Jaksel berpotensi hujan-petir hingga Kamis sore

 

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar