Ini alasan tegas Danlanud terkait Wings Air batal mendarat di Sabang

id wings air,danlanud sabang,batal mendarat

Ilustrasi: Petugas mengecek pesawat ATR 72 600 berbadan kecil yang baru tiba dari Tulus Prancis. Maskapai penerbangan Wings Air membeli 40 pesawat jenis ATR 72 - 600 untuk melayani penerbangan antara bandara - bandara kecil yang ada di Wilayah Nusantara. (FOTO ANTARA/Muhammad Iqbal)

Sabang (ANTARA News) - Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Maimun Saleh, Sabang, Letkol Yudha Irawan, menyatakan, penerbangan maskapai Wings Air tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama baik waktu kedatangan (arrival) maupun waktu keberangkatan (departure).

"Penerbangan Wings Air di Bandara Maimun Saleh, Sabang, tidak memenuhi waktu kedatangan maupun waktu keberangkatan (slot time) yang diajukan oleh Manajemen Wings Air sendiri," kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Maimun Saleh, Sabang, Letkol Yudha Irawan di Sabang, Aceh, Senin.

Pernyataan ini disampaikan Komandan Lanud Sabang terkait pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 nomor penerbangan IW1214 yang batal mendarat di Bandara International Maimun Saleh, Sabang pada Minggu (04/11).

"Insiden kemarin itu murni kesalahan Manajemen Wings Air dan saya sudah mengingatkan maskapai tersebut jauh-jauh hari," ujarnya.

Ia menyatakan dengan tegas mendukung penuh operasional Wings Air dari Bandara Internasional Kualanamu (Sumatera Utara) dengan tujuan Bandara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh, itu.

"Saya ingin berbuat yang terbaik untuk warga Sabang dan keputusan kemarin saya ambil untuk keselamatan penumpang semata," ujar Danlanud Sabang.

Bandara Udara Internasional Maimun Saleh, Sabang, merupakan fasilitas militer dengan panjang landasan 1.844 meter dan lebar 30 meter.

Baca juga: Alasan di balik Wings Air batal mendarat di Sabang

Baca juga: Pasca-batal mendarat, penumpang Wings Air Kualanamu-Sabang merasa ditelantarkan

Pewarta : Irman Yusuf
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar