Lesbumi gelar lomba menulis Arab Pegon

id arab pegon,nu,lesbumi ,lomba menulis,nu surabaya

Koleksi Naskah Kuno Petugas memeriksa koleksi 6 buah naskah kuno baru yang menggunakan aksara Arab Pegon, Cacarakan dan Jawa Kuno berusia ratusan tahun, di Museum Sribaduga Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1). Sampai saat ini Museum Sribaduga memiliki koleksi naskah kuno sebanyak 162 naskah tentang keagamaan, sejarah dan cerita. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)

Surabaya (ANTARA News) - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Surabaya memperingati Hari Santri, salah satunya dengan menyelenggarakan lomba menulis Surat Arab Pegon yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Tujuan kegiatan lomba menulis Arab Pegon ini adalah menjaga khasanah warisan Islam Nusantara atau para ulama," kata Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kota Surabaya, M Hasyim As`yari, di kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya, Kamis.

Menurut dia, pada zaman dahulu, Arab Pegon menjadi alat transformasi dari guru ke murid atau seorang kiai kepada santrinya. Bahkan di Pondok Pesantren, santri wajib mempelajari penulisan Arab Pegon dengan baik.

Selain itu, lanjut dia, di masa kerajaan, sekitar tahun 1.400 M banyak kerajaan Islam menggunakan huruf Arab Pegon sebagai sarana komunikasi dengan kerajaan lainnya.

"Terbukti dari beberapa manuskrip atau naskah kuno yang masih ada sampai saat ini," ujarnya.

Baca juga: Lesbumi peringati pengukuhan wayang sebagai pusaka dunia

Hasyim menyampaikan pada zaman penjajahan, tulisan Arab Pegon sebagai bagian strategi perlawanan kepada penjajah, agar surat yang disampaikan ke pihak-pihak tertentu tidak bisa dibaca. Namun sayangnya, peninggalan para ulama ini saat ini mulai terkikis.

"Semangat Lesbumi PCNU, agar tulisan ini tidak hanya oleh para santri di ponpes. Namun juga bisa dinikmati masyarakat luas," ujarnya.

Arab Pegon, kata dia, penting dijaga kelestariannya karena banyak bukti sejarah yang ditulis para ulama yang menggunakan tulisan Bahasa Indonesia atau daerah yang menggunakan huruf arab tersebut.

"Jika generasi kita, 10-30 tahun mendatang tidak satu pun yang tahu tulisan itu, maka kitab-kitab bertulis Arab Pegon akan hilang karena tidak ada yang mampu membacanya," ujar Hasyim

Hasyim mengungkapkan alasan lain Lesbumi menggelar lomba berkirim surat huruf Arab Pegon ke Jokowi adalah sebagai bentuk apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo karena telah menetapkan Hari Santri pada 22 Oktober 2015.

Baca juga: Ahmad Dhani dilantik sebagai Ketua Lesbumi NU

Lomba menulis surat Arab Pegon ditujukan kepada para siswa SMA/MA sederajat swasta maupun negeri termasuk para santri di lingkungan Pondok pesantren.

Lomba diselenggarakan di Gedung PCNU Surabaya, Jl. Bubutan. VI/2 Surabaya pada Minggu (28/10). Materi penulisan bebas, bertema sosial, politik, ekonomi bahkan bisa juga surat pribadi yang berupa aspirasi ke presiden.

Para peserta diharapkan mempu menuangkan apa yang menjadi isi hatinya sebagai warga negara kepada presidennya. "Meski demikian, tulisan ini harus bisa dipertanggungjawabkan ada buktinya dan tidak hoaks," katanya.

Lesbumi akan mendokumentasikan seluruh tulisan Arab Pegon para siswa SMA/MA sederajat. Hasil tulisan sembilan ?pemenang dari beberapa kategori akan dikirim ke presiden. 

Baca juga: Lesbumi Hibur Pengungsi Merapi Lewat Tarian

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar