Hadiri Lebaran Betawi, Sandiaga: tahun ini lebih meriah

id lebaran betawi,wagub dki sandiaga uno

Pekerja mengangkut tanaman hias untuk dekorasi pada persiapan perayaan Lebaran Betawi di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Perayaan tahunan Lebaran Betawi yang diisi dengan penampilan seni budaya, hasil kerajinan serta kuliner khas betawi tersebut akan berlangsung 28-29 Juli. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri Lebaran Betawi 2018 di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu. 

"Tahun lalu saya juga hadir di sini. Rasanya tahun ini lebih meriah. Saya yakin Lebaran Betawi ini masih membawa suasana lebaran," kata Sandiaga.

Lebaran Betawi ini ajang silaturahim dan silaturahmi itu biasanya mengandung dan memaknai dua mukjizat yaitu rezeki yang melimpah dan panjang umur.

Menurut dia, Lebaran Betawi adalah ritual Betawi yang harus jaga betul dan karena kaum Betawi dikenal sebagai orang yang penuh toleransi, kaum yang mudah bergaul.

"Terbuka terhadap siapapun. Yang datang ke Jakarta akan menjadi saudara kita. Budaya kita ini insya Allah menjadi budaya yang kita lestarikan," kata Wagub.

Baca juga: Lebaran Betawi bernuansa Asian Games 2018

Baca juga: Melihat proses pembuatan dodol betawi di Setu Babakan


Sandiaga mengatakan dirinya menjadi saksi hidup akhlak orang Betawi yang sangat mulia dan diturunkan ke anak-anaknya dengan mengutamakan keramahtamahan.

Betawi itu kelihatannya galak. Tapi sebetulnya sangat ramah, bersaudara, bersatu, keguyuban, sehingga layak disebut sebagai Betawi yang pelopor kebhinnekaan, katanya.

"Karena itu saya berharap warga Betawi di Jakarta terus jaga barisan terdepan untuk merawat dan menjaga persaudaraan umat dan bangsa. Insya Allah Jakarta akan menjadi cikal bakal Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," kata Sandiaga.

Baca juga: Warga DKI diajak berbudaya bersih

Baca juga: Wagub DKI : Pembawa obor Asian Games harus tokoh menginspirasi

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar