Pelni: Pelayaran arus mudik Batam-Belawan terpadat

id PT Pelni,angkutan laut lebaran,arus mudik,angkutan umum laut

Personel dari KM Kelud membantu pemudik menaiki kapal saat Mudik Bareng BUMN 2018 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/6/2018). PT Pelni (Persero) memberangkatkan sebanyak 1500 penumpang peserta Mudik Bareng BUMN 2018 menuju Belawan, Sumatra Utara menggunakan KM Kelud. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Batam (ANTARA News) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) mencatat pelayaran dari Batam, Kepulauan Riau, menuju Belawan, Sumatera Utara, pulang dan pergi menjadi ruas terpadat dibandingkan jalur ke daerah lain di seluruh Indonesia selama arus mudik Lebaran 2018.

"Lalu, Balikpapan-Surabaya PP, Makasar-Surabaya PP, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, Sampit-Semarang, Baubau-Makasar, Ambon-Baubau, Tarakan-Parepare dan Manokwari-Sorong," catat Manager PR dan CSR PT Pelni (Persero) Akhmad Sujadi melalui aplikasi pesan di Batam, Selasa.

KM Kelud yang melayani Batam-Belawan, dikemukakannya, juga menjadi yang paling diminati pemudik untuk kapal tipe 2.000 pax. PT pelni mencatat sebanyak 49.848 masyarakat meminati pelayaran KM Kelud.

Peringkat kapal paling diminati selanjutnya adalah KM Lambelu sebanyak 48.974 penumpang, KM Bukit Siguntang sebanyak 45.026 penumpang, KM Labobar sebanyak 44.571 penumpang dan KM Nggapulu 39.526 penumpang.

Untuk kapal tipe 1.000 pax, menurut dia, urutan pertama KM Awu 24.785 pelanggan, berturut-turut KM Tilongkabila 24.235 pelanggan, KM Binaiya 21.397 pelanggan, KM Kelimutu 17.461 pelanggan dan KM Sirimau 11.947 pelanggan.

Pelni juga menilai angkutan umum terkait Lebaran 2018 berjalan aman, lancar dan selamat.

Angkutan Lebaran yang berlangsung satu bulan penuh sejak 31 Mei hingga 1 Juli 2018 mengalami pertumbuhan, kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) OM Sodikin pada rapat evaluasi di Jakarta.

Pelni mencatat pertumbuhan penumpang pada angkutan Lebaran mencapai 5,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada angkutan lebaran 1439 H tahun 2018 penumpang tercatat 614.234 pelanggan, tahun 2017 tercatat 580.604 pelanggan.

"Pertumbuhan positif penumpang Pelni pada Lebaran 2018 menunjukkan kapal Pelni masih diminati pelanggan sebagai salah satu alternatif transportasi antar pulau," jelas OM Sodikin.

Lebih lanjut, OM Sodikin mengatakan, pada arus mudik penumpang yang diangkut pada 2017 mencapai 302.603 pelanggan, sementara tahun 2018 sebanyak 306.914 pelanggan, lebih tinggi 1,4 persen, pada arus balik tercatat kenaikan sebesar 10,5 persen, sehingga secara total dibanding dengan 2017.

"Alhamdulillah penumpang di atas target, kami merencanakan naik dua persen, terealisasi 5,8 persen," katanya menambahkan.

Baca juga: Kenaikan jumlah pemudik melebihi target PT PELNI
Baca juga: Pelni berikan fasilitas WiFi gratis di kapal
Baca juga: 2.500 pemudik Lebaran berlayar dari Tanjung Priok


 

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar