Kemarin, tepis penemuan Omicron hingga 100 juta jiwa divaksin lengkap

id Omicron,Varian virus COVID-19,Vaksinasi,Tri rismaharini

Kemarin, tepis penemuan Omicron hingga 100 juta jiwa divaksin lengkap

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam dialog bertema "Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron," yang diikuti di Jakarta, Selasa (7/12/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora pada Rabu yang masih menarik untuk disimak pagi ini, mulai dari Kemenkes tepis penemuan Omicron di Bekasi hingga 100 juta jiwa penduduk Indonesia sudah mendapat vaksin dosis lengkap.

Berikut ringkasan berita pada Rabu:

1. Kemenkes nyatakan temuan Omicron di Bekasi tidak benar

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi laporan temuan kasus Omicron (B.1.1.529) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, adalah tidak benar.

"Tidak benar ini (temuan Omicron di Kabupaten Bekasi). Belum ada kasus Omicron (di Indonesia) sampai saat ini," kata Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Nadia mengatakan pihaknya telah mendalami informasi tersebut kepada petugas laboratorium di wilayah setempat atas adanya laporan empat warga yang terpapar Omicron.

Baca juga: Kemenkes nyatakan temuan Omicron di Bekasi tidak benar

2. Satgas: Pemerintah bangun kewaspadaan masyarakat

Pemerintah terus berupaya untuk membangun kewaspadaan tinggi masyarakat saat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Brigjen (Purn) Alexander Ginting.

“Jadi apa yang disampaikan pemerintah itu, bukan membangun rasa kekhawatiran, tetapi membangun kewaspadaan yang tinggi. Kita sebagai perorangan, keluarga maupun komunitas dapat mengukur apa yang bisa dilakukan, prioritas apa yang perlu dilakukan pada saat ini sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujar Ginting dalam dialog produktif “Tetap Waspada dan Jangan Lengah di Akhir Tahun” yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Satgas : Pemerintah bangun kewaspadaan masyarakat

3. APPBI sebut pusat perbelanjaan sudah terapkan protokol kesehatan ketat

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebutkan seluruh pusat perbelanjaan telah dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Ada tiga lapis protokol kesehatan yang diterapkan pada pusat perbelanjaan. Pertama adalah setiap pengunjung wajib melakukan vaksinasi dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Kedua protokol kesehatan yang sudah dilakukan sejak awal pandemi mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Ketiga yakni protokol kesehatan pada masing-masing toko, bioskop dan tempat bermain anak, mereka memiliki protokol kesehatan sendiri,” kata Alphonzus dalam dialog produktif “Tetap Waspada dan Jangan Lengah di Akhir Tahun” yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca juga: APPBI sebut pusat perbelanjaan sudah terapkan protokol kesehatan ketat

4. Risma minta Kemensos dirikan lumbung sosial di kawasan bencana

Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta seluruh jajaran di Kementerian Sosial berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memetakan kawasan di Tanah Air yang rawan ancaman bencana untuk dijadikan lokasi pendirian lumbung sosial.

Kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa menjadi salah satu yang menjadi perhatian karena merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpotensi terjadi gelombang tinggi.

"Saya minta kawasan yang rawan bencana bisa didirikan lumbung sosial, termasuk di Selatan Pulau Jawa. Kita tidak ingin terjadi bencana susulan. Namun, bila itu terjadi, maka masyarakat yang terputus aksesnya tidak akan kelaparan,” kata Risma dalam kunjungannya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa.

Baca juga: Risma minta Kemensos dirikan lumbung sosial di kawasan rawan bencana

5. Kemenkes: 100 juta lebih warga Indonesia sudah divaksin dosis lengkap

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa lebih dari 100 juta warga Indonesia telah mendapatkan dosis lengkap atau dua suntikan vaksin COVID-19 hingga Selasa (7/12) pukul 18.00 WIB.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan jumlah penerima dosis lengkap berjumlah 100.033.810 orang.

Baca juga: Kemenkes: 100 juta lebih warga Indonesia sudah divaksin dosis lengkap

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar