Kemendibudristek luncurkan program guru belajar kemampuan nonteknis

id Kemendikbudristek,guru belajar,iwan syahril

Kemendibudristek luncurkan program guru belajar kemampuan nonteknis

Tangkapan layar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Iwan Syahril, dalam peluncuran yang dipantau di Jakarta, Jumat (18/6/2021). ANTARA/Indriani

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi meluncurkan program guru belajar dan berbagi seri kemampuan nonteknis dalam adaptasi teknologi.

“Program ini bertujuan untuk menumbuhkan layanan berbasis digital, dimana guru Indonesia termasuk kepala sekolah dan guru bahu-membahu dalam menghadirkan layanan terbaik pada peserta didik ditengah kondisi yang penuh tantangan seperti saat ini,” ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Iwan Syahril saat peluncuran yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan melalui platform Guru Berbagi, pihaknya menyelenggarakan sejumlah webinar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Guru Indonesia adalah guru pembelajar yang memberikan layanan terbaik pada peserta didik. Terbukti pada masa pandemi ini, guru beradaptasi dan tidak mau menyerah pada keadaan,” jelas dia.

Iwan menjelaskan sebanyak satu juta guru telah mengaktualisasikan dan mengembangkan kompetensinya. Selain itu 900.000 rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) telah diunduh oleh para guru.

Iwan menambahkan pemerintah terus mendorong diselenggarakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, setelah sekolah memenuhi persyaratan mulai dari protokol kesehatan di sekolah hingga vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan.

“Dengan disiplin yang tinggi dalam melakukan adaptasi kegiatan baru pada masa pandemi, maka kesehatan lahir dan batin peserta didik dan psikologi perkembangan anak dapat terjaga. Sementara ancaman learning loss dapat dihindari,” kata Iwan lagi.

Iwan menegaskan bahwa pelaksanaan PTM terbatas tidak sama dengan pelaksanaan tatap muka biasa. PTM terbatas harus mengacu pada SKB empat menteri dan panduan pembelajaran pada masa pandemi.

“Tujuan kita agar pembelajaran anak-anak dapat terselenggara dengan baik pada situasi yang penuh tantangan ini,” terang dia.

Iwan berharap program guru belajar dan berbagi seri kemampuan nonteknis dalam adaptasi teknologi tersebut dapat membantu guru agar dapat memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Baca juga: Pakar ajak guru pupuk kerinduan siswa selalu belajar
Baca juga: Kemendikbud ajak guru manfaatkan platform digital jadi sarana belajar
Baca juga: Program Guru Belajar dan Berbagi hadir sebagai fasilitas belajar


Pewarta : Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar