Wali kota: Tak ada diskriminasi warga Madura saat masuk Surabaya

id wali kota surabaya,bupati bangkalan,diskriminasi,penyekatan,suramadu,antigen

Wali kota: Tak ada diskriminasi warga Madura saat masuk Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat meninjau pelaksaan tes cepat antigen di penyekatan Jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya, Rabu (16/6/2021) tengah malam. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak ada perlakuan diskriminasi terhadap warga Madura saat masuk Kota Surabaya, Jatim, melalui Jembatan Suramadu.

Eri Cahyadi di Surabaya, Kamis, mengatakan pada saat melakukan pemantauan penyekatan Suramadu sisi Surabaya bersama dengan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, Rabu (16/6) malam, sudah ada kesepakatan bersama tidak ada diskriminasi bagi warga Madura yang hendak ke Surabaya.

Baca juga: 577 orang menghindar saat dilakukan tes cepat antigen di Suramadu

Baca juga: Positif di penyekatan Suramadu, Satgas Pamekasan jemput empat warga


"Saya dan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menyepakati hal itu. Sebagai saudara harus saling melengkapi dan membantu, nanti nakes (tenaga kesehatan) Surabaya juga diperbantukan ke Bangkalan," kata Wali Kota Eri.

Menurut Eri, antara Surabaya dan Bangkalan tidak bisa dipisahkan, karena kekuatan yang dimiliki untuk menangani COVID-19 ini adalah kebersamaan. Ia mengaku sadar betul dengan kondisi Bangkalan saat ini yang masuk pada zona merah, karena Surabaya sudah pernah mengalami zona merah itu.

Apalagi, lanjut dia, nakes di Bangkalan tidak sebanyak di Surabaya dan mereka juga konsentrasi di empat kecamatan di Bangkalan, sehingga ketika Bupati Bangkalan meminta bantuan nakes kepada Pemkot Surabaya, pihaknya langsung menyetujuinya.

"Kami menilai tidak ada lagi perbedaan antara Surabaya dan Bangkalan. Jadi, Insya Allah nakesnya akan kita dukung," ujarnya.

Ketika nakes di Surabaya juga diperbantukan di Bangkalan, lanjut dia, Bupati Bangkalan akan melakukan tes cepat antigen di Suramadu sisi Bangkalan, sehingga warga yang akan ke Surabaya, dilakukan tes usap antigen di Bangkalan, bukan di Surabaya.

Kalau di Bangkalan penuh atau antre yang akan dites, selain kendaraan pelat M akan dilepas dan akan dibantu tes di Suramadu sisi Surabaya.

"Yang pasti, warga yang akan masuk ke Madura, harus dipastikan sehat dengan dilakukan tes di Suramadu sisi Surabaya, sehingga zona merah di Madura cepat hijau dan di Surabaya juga hijau. Jadi, ini satu keluarga besar yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya," katanya.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri, karena warga yang ke Bangkalan, Madura, sekarang juga sudah dilakukan tes cepat antigen, sama seperti warga yang dari Madura ke Surabaya.

Baca juga: Satgas COVID-19 masifkan pengawasan di Suramadu

Baca juga: Menkes: Warga Madura jangan takut tes COVID-19


Tentunya, kata dia, ini tidak ada perbedaan karena ini sama-sama saling menjaga antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga Bangkalan bisa kembali hijau dan Surabaya terhindar dari virus COVID-19.

"Saya berharap kerja sama ini tetap terjalin dengan baik ke depannya, sehingga ketika ada isu-isu bahwa ada diskriminasi terhadap warga Madura, tentu itu tidak ada," katanya.

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar