13 kru Garuda yang dikarantina di Batam negatif COVID-19

id Kru garuda dikarantina di batam, kru garuda negatif covid

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi (Naim)

Batam (ANTARA) - Sebanyak 13 orang kru pesawat Garuda Indonesia yang dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Galang dinyatakan negatif corona berdasarkan tes usap PCR yang dilakukan BTKLPP Batam.

"Info terkini, 13 kru, hasil swab-nya negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

Ia mengatakan selanjutnya kru pesawat diperbolehkan meninggalkan Batam, dan rencananya kembali ke Jakarta.

Baca juga: 13 kru pesawat carter dikarantina di Batam

Sebanyak 13 orang kru pesawat Garuda yang terdiri dari pilot dan pramugari menjalani karantina di RSKI COVID-19 Galang, setelah seorang penumpang pesawat meninggal dalam penerbangan.

Didi menyatakan pesawat sewa itu melayani penerbangan dari Medan lalu ke Delhi India, singgah di Batam lalu ke Marauke sebelum mendarat di Fiji.

"Batam menjadi tempat transit dan pertukaran kru," kata Didi.

Baca juga: Satu penumpang Garuda New Delhi-Fiji meninggal, hasil tes PCR negatif

Ia meyakinkan semua penumpang sudah melalui tes usap di India sebelum melakukan penerbangan.

Sementara itu, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membenarkan krunya tengah menjalani karantina di Batam.

"Sedang dites di sana," katanya dalam pesan aplikasi pada Rabu (1/7) malam.

Baca juga: Pesawat Garuda terperosok, keluar landasan Bandara Sultan Hasanuddin

Sementara itu, dalam siaran pers disebutkan seorang penumpang Garuda Indonesia meninggal pada penerbangan charter atau sewa GA 8820 rute New Delhi - Batam - Merauke - Fiji pada Selasa (30/6) karena sesak napas namun hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif COVID -19.

“Penumpang berkewarganegaraan Fiji tersebut, meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas dan telah mendapatkan pertolongan pertama dari awak pesawat berupa pemberian oksigen,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan sebelum melaksanakan penerbangan, penumpang dimaksud telah menjalankan prosedur tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif COVID -19.

Lebih lanjut jenazah penumpang tersebut dievakuasi ketika pesawat transit di Bandara Hang Nadim Batam.

Baca juga: Satgas BUMN Bengkulu salurkan 500 masker ke Korem 041 Garuda Emas

Proses evakuasi dilakukan dengan mengacu pada prosedur protokol kesehatan yang dijalankan secara menyeluruh dengan koordinasi intensif bersama otoritas kesehatan di Bandara Hang Nadim Batam.

Adapun sesuai dengan prosedur protokol kesehatan penerbangan, Garuda Indonesia juga telah melaksanakan proses disinfeksi di kabin pesawat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Disamping itu, sebagai bentuk upaya preventif serta merujuk pada rekomendasi gugus tugas COVID-19 Batam guna memastikan kondisi kesehatan awak pesawat pada penerbangan tersebut, maka seluruh awak pesawat yang bertugas telah melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk menjalankan prosedur pemeriksaan SWAB Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSKI Pulau Galang dengan hasil negatif COVID -19,” tambah Irfan.

Selanjutnya seluruh awak pesawat yang bertugas pada penerbangan tersebut akan diterbangkan kembali ke Jakarta dan menjalani protokol kesehatan yang diperlukan.

Baca juga: Seorang penumpang Garuda yang tiba di Sorong positif COVID-19

Penerbangan GA 8820 yang diberangkatkan dari New Delhi pada pukul 21.45 LT pada hari Selasa (30/6) merupakan penerbangan charter dalam rangka repatriasi 112 orang warga Negara Fiji dari New Delhi.

Penerbangan GA 8820 kemudian melanjutkan perjalanan dari Batam pada pukul 02.54, Rabu (1/7) dengan pergantian awak pesawat.

“Dapat kami sampaikan bahwa lebih lanjut Garuda Indonesia telah menjalankan prosedur penanganan penumpang yang meninggal di dalam pesawat sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Batam bertambah dua jadi 229 orang

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar