Presiden minta pelaku wisata fokus dulu garap wisatawan domestik

id presiden jokowi,pariwisata,pelaku wisata,wisatawan domestik

Ilustrasi: Kunjungan wisatawan domestik dari berbagai penjuru Nusantara menjadi solusi memulihkan DTW Pura Ulundanu, Danau Beratan, Pemkab Tabanan, dalam menyikapi Virus Corona yang disebut WHO sebagai COVID-19. ((Foto Antaranews Bali/Nyoman Aditya/2020))

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pelaku industri di sektor pariwisata Indonesia untuk lebih dahulu fokus menggarap wisatawan domestik atau wisatawan Nusantara.

“Saya kira kita perlu fokus terlebih dulu untuk pariwisata domestik, wisatawan domestik,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) Tatanan Normal Baru di Sektor Pariwisata yang Produktif dan Aman COVID-19 melalui konferensi virtual dari Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Untuk itu Presiden Jokowi meminta agar segera dilakukan identifikasi daerah-daerah atau destinasi wisata dengan laju penyebaran COVID-19 yang relatif rendah.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan pelaku usaha, tren pariwisata dunia berubah

Presiden ingin ada data destinasi dengan R0 di bawah satu atau Rt di bawah angka 1.

“Sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata tapi sekali lagi dengan pengendalian protokol yang ketat,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara secara khusus memerintahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menyiapkan program promosi pariwisata dalam negeri yang aman dari COVID-19.

Baca juga: 7 provinsi terindikasi siap terapkan tatanan normal baru, termasuk DKI

Di sisi lain Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya kampanye promosi produk lokal dengan atraksi pariwisata yang aman.

“Tapi sekali lagi, tolong ini lapangannya diikuti dengan ketat sebelum kita membuka, sehingga wisatawan baik domestik maupun luar dapat berwisata dengan aman dan masyarakat bisa produktif, utamanya bagi pelaku-pelaku pariwisata,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi siapkan 4 insentif bagi petani nelayan jaga pangan

 

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar