Bisnis kafe putra Risma bantu makanan untuk dokter RSUD dr. Soetomo

id fuad benardi,risma,bisnis kafe,bober cafe,COVID-19,tim medis,RSUD dr.Soetomo,bantu makanan,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,no

Salah satu pegawai Bober Cafe menyerahkan bantuan makanan selama penanganan COVID-19 untuk tim medis dan dokter di RSUD dr. Soetomo, Kota Surabaya, Minggu (29/3/2020). (FOTO ANTARA/HO-Staf Bober Cafe)

Surabaya (ANTARA) - Bisnis kafe yang dirintis putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi bersama kawan-kawannya melalui "Bober Cafe" di Surabaya membantu memberikan makanan untuk tim medis dan dokter di RSUD dr. Soetomo selama penanganan COVID-19.

"Tiap hari kami memberikan 53 kotak makanan sesuai kebutuhan dokter di RSUD dr. Soetomo," kata Fuad Benardi di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, Bober Cafe akan menggalang dana untuk memberikan makanan kepada tim medis dan dokter hingga pandemi COVID-19 ini berakhir.

Baca juga: Warga Riau peserta tablig akbar Malaysia positif COVID-19 bertambah

"Alhamdulillah dapat respons baik dari tim dokternya. Mereka mengucapkan terima kasih atas suplai makanan untuk para dokter dan perawat yang bertugas di IGD dr. Soetomo," katanya.

Fuad berharap dengan bantuan tersebut bisa meringankan beban dari tim medis dan dokter yang selama ini bekerja maksimal dalam penanganan COVID-19.

"Kami berdoa semoga tim medis dan dokter tetap semangat dalam bekerja. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kehidupan bisa berjalan normal kembali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita sebelumnya mengatakan untuk memastikan kesehatan tenaga medis yang menangani pasien COVID-19, pihaknya menerapkan protokol di rumah sakit, mulai dari penerapan jam kerja, hingga penambahan imun tubuh petugas kesehatan dengan vitamin.

Baca juga: Wali Kota Sabang sumbangkan gajinya untuk penanganan COVID-19

"Jadi untuk tenaga medis kami atur 5 jam kerja yang di rumah sakit, karena dia harus memakai masker N95," kata Febria.

Sebab, lanjut Feny, masker N95 hanya bisa bertahan selama 5 jam dan setelah itu harus diganti dengan yang baru. Selain itu, selama 5 jam itu petugas kesehatan di rumah sakit juga tidak diperbolehkan membuka APD (alat pelindung diri) lengkap.

"Nah kemudian, supaya mereka juga tubuhnya kuat, kita berikan vitamin. Kita suplai makanan untuk mereka, karena mereka tidak boleh ke luar dari rumah sakit," katanya.

Tak hanya itu, lanjut dia, bahkan pihaknya memastikan, petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19 juga diberikan kesejahteraan lebih. Terlebih, mereka juga mendapat fasilitas tempat menginap khusus di sekitar rumah sakit.

"Karena mereka sebelum ke luar dari rumah sakit harus keramas dan disemprot disinfektan. Karena itu kita buatkan tempat istirahat sementara di dekat rumah sakit," katanya.

Baca juga: Legislator: Karantina wilayah harus lindungi hak-hak pekerja
Baca juga: Perpusnas perpanjang penutupan layanan hingga 29 Mei
Baca juga: Freeport batasi perjalanan ke Tembagapura cegah penularan COVID-19

 

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar