Satgas Pencegahan COVID-19 Kayong Utara awasi penumpang dari Pontianak

id Kku, covid, satgas covid

Penyemprotan cairan antikuman oleh Satgas Pencegahan COVID-19 Teluk Betang (ANTARA/Satgas)

Pontianak (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan COVID-19 wilayah Teluk Batang, Kayong Utara, Kalbar, memperketat pengawasan terhadap penumpang transportasi air yang datang dari Pontianak.

"Di pintu gerbang Kayong Utara, penumpang dari Pontianak diawasi ketat baik yang menggunakan kapal, speedboat maupun kapal ASDP yang dapat mengangkut kendaraan roda 4. Pengawasan dalam rangka pencegahan wabah COVID-19," ujar Ketua Tim Satgas COVIC-19 Wilayah Teluk Batang, Hambali saat dihubungi di Kayong Utara, Sabtu.

Baca juga: Kadin Kalbar berikan bantuan APD tangani COVID-19 di Pontianak

Hambali menyebutkan ada sembilan kedatangan kendaraan di atas air dari Kota Pontianak per harinnya. Pihaknya dari tim gabungan yakni dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, Syabandar, UPT Dinas Perhubungan, dan Airud serta aparat kecamatan juga melakukan tugas penyemprotan cairan antikuman, pengecekan suhu dan pendataan kepada setiap penumpang atau pemudik yang datang.

"Jadi untuk peralatan kita untuk saat ini tidak ada kendala, distribusinya dari kabupaten, untuk tim medis kita ada dua dari Puskesmas Sungai Paduan dan Teluk Batang," kata dia.

Baca juga: Satu pasien COVID-19 di Kalbar dinyatakan sembuh

Menurutnya, tim selama bekerja beberapa hari ini baru satu orang yang memiliki suhu badan cukup tinggi dan disarankan untuk melakukan isolasi diri di rumahnya.

"Ada satu orang pemudik yang akan ke Ketapang, kita cek suhunya cukup tinggi dan mengalami batuk. Jadi kami sarankan dia untuk 14 hari mengisolasi diri di rumahnya. Kalau ada kendala agar orang Puskesmas itu sendiri yang datang ke rumahnya," jelas dia.

Baca juga: 14 petugas medis RS Kharitas Bhakti Pontianak negatif COVID-19

Sementara itu, satu di antara pengendara mobil, Desi yang melintasi posko pemeriksaan mengaku tidak terganggu adanya aktivitas pengecekan dan penyemprotan cairan antikuman di kendaraan mereka. Justru pengendara sangat setuju karena sebagai upaya pencegahan virus yang telah menyebar di 150 lebih negara di dunia.

"Tidak merasa terganggu kami dan kita mendukung upaya pemerintah supaya virus tidak mudah menyebar. Ketika virus tidak menyebar maka kegiatan ekonomi membaik," ujar Desi yang mengendarai kendaraan roda empat dari Pontianak tersebut menggunakan jasa penyeberangan ASDP.

Baca juga: Satu pasien dalam pengawasan COVID-19 di Kalbar dinyatakan negatif


Pewarta : Dedi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar