Muslimin Wajo tunggu 40 tahun untuk bisa berhaji

id Kakanwil: Daftar Tunggu JCH Wajo 40 Tahun,daftar tunggu haji

Kakanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar.

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan Anwar Abubakar menyatakan daftar tunggu jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Wajo kini sudah mencapai 40 tahun atau bisa berangkat pada 2060.

"Untuk daftar tunggu (waiting list) di Kabupaten Wajo itu 40 tahun. Animo warga untuk berhaji tiap tahunnya terus meningkat," ujar Kakanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan calon haji yang telah mendaftar sudah mencapai 15.300 orang.

Anwar menyatakan kuota haji Kabupaten Wajo setiap tahun sekitar 400 orang dan jika angka 15.300 lebih dibagi 400 orang, maka pendaftar baru bisa berangkat 40 tahun kemudian.

"Kalau mengacu dari kuota pemberangkatan tahun kemarin yang hanya 400 orang lebih dengan membandingkan angka 15.300 orang lebih itu, tentunya baru akan rampung di tahun 2060 nanti," katanya.

Baca juga: Daftar tunggu haji Sulteng sampai 18 tahun

Baca juga: Puluhan ribu calon haji Papua Barat masuk daftar tunggu

Baca juga: Mudahkan haji, warga Musi Banyuasin bisa daftar di kecamatan


Dia menerangkan jika melihat fenomena pemberangkatan ini, ia sangat mendukung program haji millenial atau haji muda, yaitu daftar haji sejak usia dini.

Selain itu, ia juga mendorong wacana perubahan regulasi di Undang-undang Haji terkait pembatasan usia yang dibolehkan daftar haji dari yang saat ini 12 tahun, menjadi lebih muda atau bahkan dari balita.

"Ada beberapa wacana dan program seperti haji millenial yang daftar sejak usia dini. Regulasinya harus dirubah dulu, kalau aturan sekarang itu usia minimal daftar haji 12 tahun. Kita harapkan usianya bisa lebih muda lagi," ucapnya.*

Baca juga: Lama antrean haji Jabar mencapai 20 tahun

Baca juga: Daftar tunggu calhaj di Belitung hingga 2038

Baca juga: Daftar tunggu haji di Karawang capai 34.241 orang

Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar