Mahasiswa Aceh di Wuhan masih bertahan di kamar

id Aceh,mahasiswa,wuhan,tiongkok,cina,virus corona,pemerintah aceh,provinsi aceh,pemprov aceh

Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh di Wuhan Teuku Agusti Ramadhan. ANTARA/HO/Dok Pribadi

Banda Aceh (ANTARA) - Mahasiswa Aceh di Wuhan, Tiongkok, hingga kini masih bertahan di kamar dan tidak berani ke luar ruangan guna menghindari terpapar virus corona yang kini sedang mewabah di ibu kota Provinsi Hubei tersebut.

"Saya masih bertahan di kamar. Kalau ke luar, itu memang sangat penting sekali. Ke luar juga harus menggunakan masker," kata Teuku Agusti Ramadhan, mahasiswa Aceh asal Kota Sabang yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.

Teuku Agusti merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia yang hingga kini masih terkurung di Universitas Zhongnan Ekonomi dan Hukum. Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry itu sedang menempuh pendidikan S2 di universitas tersebut.

Baca juga: Pemerintah Aceh imbau mahasiswa di China tidak resah

Teuku Agusti yang juga Ketua Cakradonya, himpunan mahasiswa Aceh di Wuhan menyebutkan kondisi terisolasi akibat virus corona sudah berlangsung sejak 23 Januari lalu.

"Ada 12 mahasiswa Aceh yang tidak bisa ke luar dari Wuhan. Kami terus berkomunikasi satu sama lain melalui aplikasi media sosial dan telepon. Hingga saat ini, semua mahasiswa Aceh dalam kondisi sehat," kata Teuku Agusti Ramadhan.

Tidak hanya mahasiswa Aceh yang berdiam diri di kamar, sebut Teuku Agusti, penduduk setempat juga memilih berdiam diri di rumah ketimbang di luar. Semua fasilitas publik, seperti transportasi tidak beraktivitas.

Baca juga: Pemerintah Aceh kirim lagi Rp50 juta untuk mahasiswa di Wuhan

"Taksi sangat jarang terlihat. Kalau pun ada, taksi memilih penumpang. Begitu juga dengan masjid, ditutup. Kalau ke luar, pakaian yang digunakan langsung dicuci saat kembali. Sepatu juga dibersihkan dengan alkohol guna menghindari virus corona," kata Teuku Agusti Ramadhan.

Menyangkut dengan perkuliahan, Teuku Agusti menyebutkan pihak universitas di Wuhan memperpanjang libur perkuliahan hingga batas waktu belum ditentukan. Kalau dalam kondisi normal, perkuliahan dimulai pertengahan Februari mendatang.

"Kami juga masih menunggu informasi dari pemerintah. Saat ini, Pemerintah Aceh sedang mengupayakan pemulangan mahasiswa yang di luar Wuhan, setelah itu baru fokus yang di Wuhan," kata Teuku Agusti Ramadhan.

Baca juga: Kisah mahasiswa Aceh keluar dari Nanjing
Baca juga: Jokowi Center ajak Pemda di Indonesia ikuti Aceh tangani virus Corona
Baca juga: Satu mahasiswa Aceh di China tiba di Tanah Rencong, kondisinya sehat

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar