Wabup perintahkan dinas terkait kirim bantuan korban angin kencang

id Wabup Perintahkan Dinas Terkait Kirim Bantuan Korban Angin Kencang

Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni Kr Kio mengunjungi lokasi korban angin kencang

Gowa (ANTARA) - Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni Kr Kio meminta kepada dinas terkait untuk segera mendata dan mengirimkan bantuan kepada para korban angin kencang yang rumahnya mengalami kerusakan.

"Selanjutnya saya akan koordinasi dengan dinas terkait untuk segera mendata dan mengirimkan bantuannya," ujar Abd Rauf Malaganni Kr Kio di Gowa, Kamis.

Ia mengatakan angin kencang yang melanda Kecamatan Parigi, beberapa hari lalu menyebabkan 144 rumah rusak dengan kondisi mulai dari rusak berat hingga rusak ringan.

Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa diminta untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat angin kencang tersebut.

Mengenai bantuan itu, pihaknya menyerahkan penuh kepada dua dinas terkait karena lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh warga.

Camat Parigi Muhammad Guntur mengatakan rumah yang terkena dampak angin kencang ini ada lima desa. Masing-masing Desa Manimbahoi 64 rumah, Desa Bilanrengi 38 rumah, Desa Jonjo 10 rumah, Desa Majannang 18 rumah dan Desa Sicini 14 rumah.

Baca juga: Tercatat 515 rumah di Kota Batu rusak akibat angin kencang

Baca juga: Angin kencang, ribuan pohon pinus Gunung Merbabu patah dan tumbang

Baca juga: Waspadai potensi angin kencang di Jakarta Utara hari ini


"Kami masih mendata berapa rumah yang rusak berat, sedang hingga ringan. Tapi khusus di Desa Manimbahoi itu kebanyakan yang rusak berat," katanya.

Meski demikian, warga yang kondisi rumahnya rusak sedang dan ringan tetap memilih tinggal di rumahnya. Sementara yang mengalami rusak berat mereka mengungsi ke rumah tetangga.

"Yang rusak ringan itu sudah banyakmi diperbaiki dengan berkerjasama warga setempat, yang masih terbuka atapnya itu yang rusak berat karena satu rumah yang terbuka," terangnya.
 

Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar