BMKG : Waspadai hujan disertai petir di Papua Barat

id Papua Barat

Hujan disertai angin dan petir yang terjadi di Manokwari, Papua Barat pada Juli 2019, diperkirakan BMKG kembali terjadi pada Kamis (24/10) dan Jumat (25/10). ANTARA/Toyiban

Manokwari (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini atas potensi hujan lebat disertai petir yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat.

Kepala BMKG Stasiun Rendani Manokwari, Denny Putiray di Manokwari, Rabu, mengutarakan, ada potensi kumpulan awan gelap atau cumulunimbus di wilayah Perairan Manokwari, Raja Ampat dan Sorong.

Hujan disertai petir berkemungkinan terjadi di tiga wilayah tersebut pada Kamis (24/10) hingga Jumat (25/10).

"Prakiraan kami berdasarkan citra satelit, awan CB (cumulonimus) akan muncul antara pukul 09.00 besok hingga 09.00 hari Jumat. Entah jam berapa, kemungkinan diantara jam itu," sebut Denny.

Baca juga: Potensi hujan petir di Raja Ampat harus diwaspadai, sebut BMKG

Hal serupa, kata dia, berpotensi terjadi di wilayah perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), Perairan Biak hingga Jayapura, Papua. Selain hujan, di wilayah tersebut berpotensi terjadi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang.

"Secara umum memang di wilayah Papua Barat berpotensi terjadi hujan. Kemungkinan hujan ringan hingga sedang," kata dia lagi.

Khusus untuk Manokwari, secara umum cuaca cerah berawan. Hujan diperkirakan terjadi pada sore hari.

"Di Manokwari potensi hujan cukup merata. Seluruh wilayah berpotensi terjadi hujan dan angin di wilayah perairan, bergerak dengan kecepatan 5-15 knots atau 10-30 km/jam," pungkasnya.

Baca juga: Papua Barat alami dampak badai Edi
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini gelombang tinggi Laut Pasifik

Pewarta : Toyiban
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar