Kivlan Zen kirim karangan bunga untuk Wiranto

id Kivlan Zen, Wiranto, RSPAD gatot Subroto,RSPAD,Serpihan granat,Penusukan,Penusukan wiranto

Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zen di RSPAD Gatot Subroto didampingi istrinya mengirim karangan bunga dan memberikan ucapan semoga cepat sembuh untuk Menkopolhukam Wiranto yang juga dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/10/2019). ANTARA/HO/Tonin Tachta/pri.

Jakarta (ANTARA) - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zen mengirim karangan bunga untuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto yang saat ini dirawat di RSPAD Gatot Subroto usai menjalani operasi akibat penusukan di Provinsi Banten, pekan lalu.

"Bunganya sebagai suatu tanda bahwa semua manusia adalah persaudaraan," kata Kivlan Zen sambil didampingi istrinya yang memegang karangan bunga di RSPAD Gatot Subroto, Selasa.

Selain memberi bunga, pria yang baru selesai melewati tahapan operasi pengangkatan serpihan granat nanas di kakinya itu mendoakan agar Wiranto dan dirinya cepat pulih.

"Pak Wiranto, semoga cepat sembuh, saya sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa Pak Wiranto. Semoga Allah memberikan perlindungan kepada Pak Wiranto dan juga kesembuhan kepada kita berdua," kata Kivlan Zen.

Baca juga: Kivlan Zen keberatan tak dapatkan surat mengenai kondisi kesehatannya
Baca juga: Kondisi membaik, menantu Wiranto: Mohon doanya


Ucapan kesembuhan untuk Wiranto itu disampaikan Kivlan melalui video berdurasi 51 detik yang diserahkannya kepada penasihat hukumnya, Tonin Tachta.

Kivlan Zen saat ini menjalani masa pembantaran di RSPAD Gatot Subroto yang diberikan oleh Hakim Ketua Hariono dalam kasus penguasaan senjata api ilegal.

Proses hukum yang dijalani Kivlan Zen telah berjalan selama satu bulan lebih lima hari di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hakim Ketua Hariono membantarkan Kivlan Zen karena alasan kesehatan. Kivlan Zen 
harus menjalani operasi pengangkatan serpihan granat nanas di kaki kirinya yang ia alami semasa bertugas di satuan TNI.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar