Tiga haji pulang ke Tanah Air setelah pulih dari sakit di Arab Saudi

id Haji 2019,mch 2019,haji sakit, rsas,kemenag

Salah seorang haji, Iri bin Karso, pulang ke Tanah Air setelah dinyatakan pulih dari sakit di Arab Saudi. ANTARA/Humas Kemenag

Jakarta (ANTARA) - Tiga orang haji akhirnya dipulangkan ke Tanah Air setelah dinyatakan pulih dari sakitnya dan telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah mulai memulangkan haji yang sakit dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi (RSAS) sebagaimana disampaikan Konsul Haji Endang Djumali.

"Sampai hari ini, Teknis Urusan Haji KUH KJRI Jeddah telah memulangkan tiga jemaah sakit," tegas Endang Djumali di Jeddah, Sabtu.
Baca juga: 127 jamaah haji Indonesia masih dirawat karena sakit di Arab Saudi

"Ketiganya diperbolehkan pulang atas rekomendasi Medif (Medical Informatian Form) dan dinilai layak terbang," sambungnya.

Menurut Endang, proses pemulangan haji ini dilakukan melalui maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudia Arabia Arlines. Sebab, pemulangan haji yang masih menjalani perawatan pasca-operasional haji menjadi bagian dari kontrak penerbangan.

"Proses pemulangan ini bagian dari operasional pascahaji, tentu menjadi tanggung jawab negara yang sudah menjalin kontrak dengan maskapai. Sesuai Standar Pelayanan Minimal Haji, jamaah yang berangkat haji harus dipulangkan setelah selesai melaksanakan Ibadah haji," tuturnya.
Baca juga: 29 JCH meninggal karena sakit, 424 dirawat inap di Arab Saudi

"Upaya yang dilakukan Teknis Urusan Haji KUH KJRI Jeddah menjadi wujud kehadiran negara dalam upaya memulangkan seluruh haji yang masih ada di Saudi Arabia," sambungnya.

Adapun tiga orang yang sudah dipulangkan adalah:
1. Asrari Hadi Susanto Bin Pangi kloter BPN 14 No Paspor C 1582645 pulang tanggal 26 September 2019 dengan maskapai Garuda Indonesia
2. Iri Bin Karso kloter JKS 50 No Paspor C 3414509 pulang tanggal 27 September 2019 dengan Maskapai Saudia.
3. Hasnah Binti Duppa Solotang Kloter UPG 34 No Paspor C 4018937 pulang tanggal 28 September dengan Maskapai Garuda Indonesia.

Endang menambahkan, ada 59 orang yang dirawat setelah berakhirnya operasional haji 1440H/2019M. Dari jumlah itu, sebanyak 21 orang wafat dan telah dimakamkan di Saudi, baik Madinah, Mekkah, maupun Jeddah.

"Saat ini masih ada 35 haji Indonesia yang masih dirawat. Semoga mereka lekas sembuh dan bisa diterbangkan ke Indonesia," harapnya.
Baca juga: Perdokhi: Indonesia butuh rumah sakit haji di Mekkah
 

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar