PMI DIY distribusikan 2,6 juta liter air bersih atasi kekeringan

id Distribusi,Air bersih,Kekeringan,Yogyakarta

Distribusi air bersih dari PMI. (Foto Palang Merah Indonesia)

Yogyakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendistribusikan 2.690.000 liter air bersih menyusul dampak kekeringan yang terjadi di tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Bantuan air bersih sebanyak 2.690.000 liter ini telah menjangkau 25 kecamatan di tiga kabupaten yakni Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo," kata Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY Arif Rianto Budi Nugroho di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Arif, pendistribusian yang sudah dilakukan PMI DIY sejak Juli 2019 tersebut telah membantu sejumlah 4.070 kepala keluarga dan 13.964 jiwa di tiga kabupaten itu.

Di Gunungkidul, menurut dia, personel PMI telah mendistribusikan air bersih sebanyak 1.600.000 liter sejak 1 Juli 2019 menjangkau sepuluh kecamatan di antaranya Gedangsari, Ngawen, Paliyan, Patuk, Nglipar, Tanjungsari, Tepus, Saptosari, Semanu dan Rongkop dengan penerima manfaat 1.645 kepala keluarga 6.718 jiwa.

PMI Kabupaten Bantul telah mendistribusikan air bersih sebanyak 895.000 liter sejak tanggal 17 Juli 2019 di delapan kecamatan yakni Dlingo, Imogiri, Pajangan, Sedayu, Banguntapan, Pandak, Piyungan dan Pleret dengan penerima manfaat 2.281 kepala keluarga 6.670 jiwa

Selanjutnya, di Kabupaten Kulon Progo juga telah mendistribusikan 195.000 liter air bersih sejak tanggal 7 Agustus 2019 di enam kecamatan, yaitu Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Pengasih, Girimulyo dan Sentolo dengan penerima manfaat sejumlah 144 kepala keluarga dengan 576 jiwa.

"PMI terus berkomitmen penuh untuk tetap bersama masyarakat dan pemerintah membantu membangun ketangguhan. Pihak swasta atau donatur yang akan membantu bisa langsung menghubungi PMI Kabupaten di masing-masing wilayah," kata dia.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Etik Setyaningrum memprakirakan awal musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta baru akan terjadi pada Oktober 2019 dengan puncaknya terjadi pada Februari 2020.

Musim hujan di DIY akan terjadi secara bertahap, dimulai dari wilayah Kabupaten Kulonprogo bagian utara dan Sleman bagian barat.

"Masuk awal musim hujan apabila dalam satu dasarian (sepuluh hari) curah hujan sama atau lebih besar dari 50 mm diikuti dua dasarian berikutnya dan konsisten per dasarian," kata Etik.

 

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar