Presiden Jokowi diminta tinjau karhutla Riau

id karhutla riau, asap pekanbaru

Anggota DPRD Riau Agung Nugroho (Antara)

Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho meminta Presiden Joko Widodo turun melihat kondisi bencana asap Riau karena semakin parah.

Menurut Agung Nugroho di Pekanbaru, Kamis, kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut akan mendorong upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau lebih proaktif dilakukan.

"Kita minta Pak Jokowi untuk turun melihat kondisi masyarakat Riau. Kadang-kadang kalau Presiden Jokowi turun, asapnya ini bisa hilang (mereka lebih ekstra bekerja)," ucap Agung Nugroho di Pekanbaru.

Baca juga: Kabut asap makin pekat, kualitas udara di Riau sudah berbahaya

Tak hanya itu, melalui Fraksi Demokrat DPRD Riau pihaknya juga mengusulkan kepada Pemprov Riau untuk menaikkan status darurat bencana asap karhutla.

"Fraksi Demokrat mengusulkan untuk tingkatkan status menjadi darurat bencana asap. Karena menurut kita penetapan ini tidak boleh diundur-undur lagi. Kalau statusnya dinaikkan tentu perhatian kita tercurahkan ke sana, upaya lebih serius dilakukan," ucap legislator asal Kota Pekanbaru itu.

Terkait wacana untuk menyediakan ruangan steril di DPRD Riau untuk masyarakat, Agung mendorong agar itu terealisasi. Bahkan pihaknya bersedia menyediakan tenaga medis jika diperlukan.

Baca juga: 39.277 warga Riau derita ISPA akibat polusi asap Karhutla

"Tadi ada usulan dari teman-teman anggota Dewan untuk sediakan ruangan steril untuk masyarakat di DPRD Riau, saya setuju itu, kalau memang diperlukan ruangan paripurna juga kita sediakan untuk masyarakat. Kami dari Fraksi Demokrat akan sediakan dokternya nantinya," sebutnya pula.

Saat ini kualitas udara di Kota Pekanbaru sudah tergolong berbahaya dan jarak pandang hanya sekitar 700 meter. Ribuan orang juga sudah mengalami gangguan pernafasan, batuk, iritasi mata, iritasi kulit hingga ada yang pingsan.

 

Pewarta : Diana Syafni
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar