PLTU Batang raih tiga penghargaan ISDA 2019

id PLTU Batang, penghargaan

Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia Shiroki Yamashita menerima penghargaan Platinum ISDA 2019 pada program CSR. Foto. (dok. Humas PT BPI))

Batang (ANTARA) - PT Bhimasena Power Indonesia selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyabet 3 penghargaan platinum Indonesia Sustainable Development Goals Award 2019.

Direktur Operasional PT BPI Shiroki Yamashita di Batang, Selasa, mengatakan bahwa PT BPI mampu bersaing dengan 88 perusahaan di Indonesia yang mengikuti seleksi kegiatan itu yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) bersama dengan BAPPENAS dan Kementrian/lembaga terkait.

"Penghargaan ISDA ini diberikan kepada dunia usaha dalam kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan penghargaan ini merupakan sebagai bukti adanya sebuah kerja sama yang baik dan sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Baca juga: PLTU Batang raih penghargaan perusahaan peduli literasi

Penghargaan ini, kata dia, adalah bentuk apreasiasi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan relasi atau teman yang secara maksimal terjun ke masyarakat.

Menurut dia, sebanyak 3 penghargaan tersebut terdiri atas program Bima Sembada (Bidang Kesehatan), program koperasi berdaya masyarakat sejahtera (Bidang Ekonomi), dan program maju bersama kelompok wanita wirausaha (Bidang Ekonomi–Kesetaraan Gender).

"Dari 3 penghargaan itu, PT BPI mampu meraih penghargaan platinum pada bidang ekonomi-kesetaraan gender. Adapun bidang kesehatan dan program koperasi berdaya masyarakat sejahtera, mampu meraih penghargaan kategori Gold," katanya.

Ia mengatakan program Bima Sembada merupakan gerakan penggiatan kesehatan berbasis desa yang dilaksanakan sejak 2016.
Baca juga: PLTU Batang sosialisasikan penggunaan teknologi ramah lingkungan

Program ini, kata dia, dilaksanakan dalam bentuk revitalisasi forum kesehatan desa (FKD), jambanisasi (ODF), pemberian makanan tambahan (PMT) mandiri, dukungan infrastruktur dan alat kesehatan, peningkatan kapasitas kader kesehatan desa, dan tenaga medis puskesmas.

"Adapun program Koperasi Berdaya Masyarakat Sejahtera, merupakan salah satu program pengembangan CSR di bidang ekonomi melalui pendirian 4 koperasi simpan pinjam yang salah satunya merupakan koperasi berbasis kelompok tanggung renteng dengan pola Grameen Bank yang sudah dilaksanakan sejak 2013," katanya.
Baca juga: PLTU Batang berikan sosialisasi pendidikan kelistrikan guru dan pelajar

Pewarta : Kutnadi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar