Warga perbatasan RI-PNG berlomba rajut noken merah putih

id Warga perbatasan RI-PNG lomba rajut noken merah putih,Papua, Yonif 713/ST, Kodam XVII/Cenderawasih

Para peserta lomba rajut noken di Lapangan PLBN Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (17/8/2019). ANTARA/Ist/Dok. Yonif 713/ST.

Jayapura (ANTARA) - Warga perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) tepatnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Sabtu siang hingga sore mengikuti lomba merajut noken yang digelar oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari Yon Infanteri 713/ST.

Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Sabtu malam, mengatakan lomba rajut noken itu semula diikuti oleh 15 peserta.

"Namun pada pendaftaran ulang dan saat lomba digelar, hanya 11 peserta yang mengikuti lomba rajut noken merah putih," katanya, saat sedang bersama Kadistrik Muara Tami Supriyanto.

Menurut dia, lomba rajut noken itu diprakarsai oleh Staf Teritorial Letda Inf Sulaeman yang bertujuan untuk memperingati dan memeriahkan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI.

"Kegiatan lomba ini berlangsung di Lapangan Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Skouw yang disaksikan oleh para pelintas batas dan warga setempat," kata Dony.
Baca juga: Anggota Yonif 725/WRG, belajar rajut "noken"

Secara terpisah, Maria salah satu peserta lomba yang cukup antusias merajut benang merah dan putih sambil makan pinang, mengatakan lomba tersebut cukup unik.

"Saya bersyukur pada HUT Ke-74 RI ini, saya bisa menghadiri langsung upacara detik-detik proklamasi ditambah lagi saya bisa mengikuti lomba buat noken di perbatasan dan ini pertama kali dilakukan," kata Maria.

Mayor Inf Dony Gredinand menambahkan bahwa lomba pembuatan atau rajut noken merah putih itu sebagai wujud kecintaan terhadap NKRI.

"Kecintaan kita kepada Tanah Papua dan Indonesia, maka kami gelar lomba rajut noken merah putih ini," katanya lagi.

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar