Peserta SMN Sulsel kunjungi Kampung Nelayan di Papua

id Peserta SMN Sulsel kunjungi Kampung Nelayan,Papua, SMN 2019

Peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) berpose bersama ketika mengunjungi Kampung Nelayan yang terletak di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (16/8/2019) sore. (ANTARA/HO/peserta SMN 2019 asal Sulsel)

Jayapura (ANTARA) - Para peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) mengunjungi Kampung Nelayan yang terletak di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat sore.

Kurnia Taqwa, pelajar asal SMAN 1 Soppeng, Kabupaten Soppeng, Sulsel mengaku Kampung Nelayan sangat bagus, apalagi dalam kunjungan kurang lebih sejam itu, bisa melihat sejumlah aktivitas warga di kompleks tersebut.

"Menurut saya itu Kampung Nelayan sangat luar biasa. Di sana kita melihat proses pengasapan ikan asar, di sana juga orangnya ramah-ramah, rata-rata dari nusantara, ada orang Sulawesi dan Papua," katanya.

Baca juga: Peserta SMN Sulsel belajar alat musik tradisional Papua

Melihat orang asli Papua yang berambut keriting, Kurnia mengaku bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku bangsa, sehingga menjadi bangga dengan keunikan yang ada.

"Di sini, saya dapat belajar bahwa Indonesia itu betul-betul beraneka ragam suku bangsa," kata sisi Kelas XII IPA itu.

Sebagai anak ketiga dari keempat bersaudara, Kurnia mengaku kegiatan BUMN Untuk Negeri lewat program SMN 2019 telah mengantarkan dirinya bisa menginjakkan kaki di Bumi Cenderawasih.

Baca juga: Peserta SMN Sulsel harap kesenian tradisional Papua lestari

"Tentunya bangga bisa melihat saudara-saudara kita didaerah lain," kata Kurnia mengaku tinggal di Soppeng bersama keluarga, karena kedua orang tuanya tengah merantau di Kalimantan.

Senada itu, Reyhan Pratama dari SMAN 1 Luwuk Timur, Kabupaten Luwuk Timur yang merupakan salah satu kabupaten terjauh di Sulawesi Selatan itu memuji keberadaan Kampung Nelayan di Kota Jayapura.

"Kampung Nelayan menunjukkan keberagaman dan kemajemukkan. Kampung Nelayan itu bagus karena masyarakat itu ramah dan murah senyum, ketika kita senyum mereka juga balas, meski tidak kenal kami, dan itu pengalaman yang mengesankan dan terbaik bagi saya karena di sana kita merasa terhormat dan dihargai," katanya.

Baca juga: SMN NTT sebut buku "Bingkai Anak Negeri" membawa keliling dunia

Reyhan juga bangga bisa bertemu dengan sejumlah warga di Kampung Nelayan karena ayahnya juga seorang nelayan yang mencari nafkah untuk keluarganya.

"Tadi ketemua masyarakat dari Luwuk dan dari Makasar, senangnya. Ayah saya juga seorang nelayan," kata anak pertama dari lima bersaudara itu.

Kampung Nelayan diresmikan oleh Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano pada pertengan Januari 2019. Kampung Nelayan telah menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga kota dan sekitarnya.

Baca juga: Peserta SMN Makassar kagum toleransi beragama di Papua

Tak jauh dari Kampung Nelayan, tepatnya di lapangan Hamadi ada Tugu Pendaratan Tentara Sekutu pada Perang Dunia ke-II.

Kurnia dan Reyhan, merupakan dua peserta dari 27 peserta SMN 2019 dari Sulsel yang sedang berada di Kota Jayapura.

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan momentum pertukaran pelajar antarprovinsi yang difasilitasi oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN).

Baca juga: Peserta SMN Makassar dibekali pengetahuan infrastruktur Papua

Tahun ini di Provinsi Papua, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai BUMN PIC (koordinator) program SMN.

Siswa-siswi peserta SMN dari Papua dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan peserta SMN Sulawesi Selatan ke Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan SMN 2019 akan berlangsung hingga 23 Agustus mendatang.

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar