BNPB sebut curah hujan tinggi sebabkan banjir di Nunukan

id Banjir Nunukan,Sungai Mamolo Meluap,BNPB,Agus Wibowo

Petugas BPBD setempat menggunakan perahu untuk mencari warga yang perlu dievakuasi saat banjir di Kabupaten Nunukan. (ANTARA/HO-Humas BNPB)

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan curah hujan yang tinggi sejak Senin (12/8) malam hingga Selasa (13/8) dini hari menyebabkan Sungai Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara meluap.

"Banjir merendam 40 rumah warga di Dusun Mamolo dengan tinggi muka air 20 centimeter hingga 120 centimeter," kata Agus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Tidak hanya merendam rumah penduduk, arus Sungai Mamolo yang deras juga merusak dua jembatan penghubung, kebun, tanaman, persawahan serta empat perahu hanyut dan satu rumah warga rusak berat.

"Korban terdampak banjir masih dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan," kata Agus.

Saat banjir terjadi, tim dari BPBD Kabupaten Nunukan sudah berada di lokasi sejak pukul 06.00 Wita dan langsung melakukan evakuasi terhadap warga dan barang-barang warga.

"Kondisi terakhir, air sudah mulai surut pada pukul 12.00 WITA dengan tinggi muka air 10 centimeter hingga 15 centimeter," jelasnya. 

Baca juga: Tiga permukiman warga di Sigi diterjang banjir
Baca juga: Gelombang laut di perairan Kaltara diprediksi naik

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar