Dharma Wanita berikan delapan ekor sapi kepada warga korban bencana

id Dharma Wanita Kemendikbud, kemendikbud, hewan kurban, kurban

Perwakilan dari Dharma Wanita Kemendikbud, dr Rina Andriani MPd, di Pandeglang, Banten, Senin. (Indriani)

Pandeglang (ANTARA) - Dharma Wanita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan sebanyak delapan ekor sapi dan enam ekor kambing kepada sejumlah warga korban bencana dan tidak mampu di Banten.

Penyerahan hewan kurban tersebut terbagi berbagai daerah yakni di Kampung Rancaraji, Desa Kramatlaban, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Kemudian di Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Selanjutnya juga diberikan hewan kurban untuk warga yang terkena bencana di Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, dan juga di Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Di desa Ramea terkena gempa yang terjadi pekan lalu, sementara di Labuan bagi warga yang kena bencana tsunami akhir tahun lalu," ujar perwakilan dari Dharma Wanita Kemendikbud, dr Rina Andriani MPd, di Pandeglang, Banten, Senin.

Rina menjelaskan pihak Dharma Wanita memang fokus memberikan bantuan bagi warga yang tidak mampu dan juga terkena musibah. Oleh karena itu, pihaknya memilih Banten sebagai tempat untuk menyalurkan hewan kurban.

Pihaknya sengaja tidak menyerahkan hewan kurban di daerah perkotaan, agar hewan kurban tersebut benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Hewan-hewan kurban tersebut, kata dia, berasal dari anggota Dharma Wanita dan juga sumbangan dari sejumlah pegawai Kemendikbud. Hewan kurban pada tahun ini, lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Dia berharap dengan diberikannya hewan kurban tersebut dapat memberikan kebahagiaan pada warga yang kurang beruntung tersebut.

"Kami berharap ke depan, hewan kurban yang diserahkan semakin banyak dan wilayahnya menyebar," harap dia.

Tokoh masyarakat Kampung Rancaraji, Desa Kramatlaban, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Machdum Bachtiar, mengatakan di kampungnya terdapat sekitar 350 kepala keluarga. Sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani dan tergolong masyarakat tidak mampu.

"Jumlah hewan kurban di kampung ini paling hanya seekor kambing setiap tahunnya. Jadi memang sumbangan hewan kurban ini sangat dibutuhkan sekali," kata Machdum.

Di kampung itu, Dharma Wanita Kemendikbud menyumbang sebanyak dua ekor sapi. Machdum berharap sumbangan hewan kurban tersebut dapat memberikan kebahagiaan pada masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Distan Banten temukan cacing hati di sejumlah daging hewan kurban

Baca juga: Sudin LH Jakbar prediksi besek bambu kurangi sampah plastik 40 persen


 

Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar