
Polinela terapkan budi daya melon ke guru dan siswa SMKN 2 Metro

Kota Metro (ANTARA) - Tim pengabdian masyarakat dari Program studi Teknologi Perbenihan, Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diketuai oleh Anung Wahyudi, melaksanakan program penerapan teknologi budidaya melon hidroponik presisi bagi guru dan siswa di SMKN 2 Metro, Lampung.
Program ini difokuskan pada pengenalan dan penerapan teknik budidaya varietas melon oriental yang dikembangkan oleh Anung Wahyudi yaitu Melon Makuwauri (varietas Ginsen Makuwauri dan Ougan Makuwauri), dengan memanfaatkan sistem tanam Bracket Pot/vertikal dan sistem irigasi fertigasi otomatis pada lahan terbatas untuk meningkatkan produktivitas lahan dan peforma teaching farm SMKN 2 Metro.
Seiring bertambahnya infrastruktur fisik di lingkungan sekolah, lahan praktikum pertanian di SMKN 2 Metro semakin terbatas. Melalui inovasi sistem Bracket Pot dan fertigasi berbasis Timer Digital, ruang terbatas seperti area greenhouse, selasar, hingga lahan semen dapat dioptimalkan hingga dua kali lipat populasi tanaman dibandingkan metode konvensional di lahan terbuka.
"Inovasi ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pembelajaran praktikum ke arah Smart Urban Farming dan Precision Agriculture. Melon Makuwauri memiliki nilai ekonomi premium di pasaran ritel modern, namun membutuhkan presisi nutrisi dan teknik budidaya yang konsisten. Melalui pendampingan ini, kami ingin mendorong SMKN 2 Metro menjadi pusat percontohan pertanian modern di Kota Metro," ujar Ir. Anung Wahyudi.
Pelaksanaan pengabdian diawali dengan koordinasi dan sosialisasi bersama pihak sekolah yang dipimpin Humas SMKN 2 Metro, Wiyudatara. Rangkaian kegiatan utama yang telah dilaksanakan meliputi:
- Penyemaian dan persiapan tanam
Edukasi penanganan benih hibrida Melon Makuwauri, perlakuan pematahan dormansi, serta teknik persemaian homogen menggunakan pot tray.
- Persiapan media tanam dan instalasi fertigasi
Pencampuran media tanam porous (kompos, dan arang sekam), pengisian pot diameter 30 cm, serta perakitan jaringan selang mikro 7 mm dan Timer Digital otomatis.
- Pelatihan teknis transplanting dan budi daya
Praktik pemindahan bibit dari pot tray ke bracket pot, sosialisasi dan pelatihan terkait cara pemberian pupuk, pengairan menggunakan fertigasi (Drip Irrigation), pemeliharaan tanaman agar mencapai bobot buah yang optimal, perawatan tanaman dari aplikasi insektisida, fungisida serta teknis panen yang tepat.
- Kunjungan studi lapangan (kunjungan balik)
Siswa dan guru SMKN 2 Metro juga melakukan kunjungan langsung ke fasilitas Seed Teaching Farm (STEFA) dan greenhouse melon di Prodi Teknologi Perbenihan Polinela untuk mempelajari pengelolaan Teaching Factory secara industri.
Melalui kegiatan ini, tingkat keberdayaan mitra meningkat secara signifikan baik dari aspek teknis maupun operasional. Para siswa dan guru kini mampu merawat dan memelihara tanaman melon oriental bervalue tinggi, memantau kondisi tanaman harian, serta mengoperasikan sistem irigasi otomatis.
Hasil dari budidaya ini diintegrasikan ke dalam unit Teaching Factory (TEFA) SMKN 2 Metro serta mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Ke depan, produk buah melon yang dihasilkan ditargetkan memenuhi standar mutu premium (bobot 0,8–1,2 kg per buah dengan tingkat kemanisan/brix minimal 13 persen) dan akan dipasarkan menggunakan kemasan eksklusif melalui media sosial serta jaringan ritel.
Program pengabdian ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 2 (Tanpa Kelaparan) dan No. 4 (Pendidikan Berkualitas), serta memperkuat kedaulatan pangan nasional berbasis teknologi tepat guna.
Keberhasilan pelaksanaan program pengabdian ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi lintas peran antara dosen pakar serta mahasiswa Politeknik Negeri Lampung.
Tim pengabdian didukung oleh dosen-dosen berkeahlian di bidang ilmu benih, agronomi, dan agribisnis serta partisipasi aktif dari mahasiswa. Tim dosen terdiri dari 1 ketua dan 5 anggota yaitu diketuai oleh Ir. Anung Wahyudi, dan anggota Adhitya Vishnu Pradana, Mertya Anugrah, Eny Rolenti Togatorop, Qurrotu A’yunin, dan Adi Noor Prayogi.
Tim dosen bertanggung jawab atas teknis instalasi sistem Bracket Pot serta budidaya tanaman hingga panen dan fertigasi tanaman di lapangan, mendampingi secara teknis harian para siswa dalam perakitan alat. Tim mahasiswa terdiri dari 2 orang yaitu Linda Agustina dan Jaza Abdillah. Tim mahasiswa bertanggung jawab pada dukungan logistik, penyiapan alat dan bahan operasional, serta keterlibatan teknis selama sosialisasi dan pelatihan.
Pewarta : Asih Aditiya Wulandari
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
