
OJK Lampung dukung Lampung Begawi dan Siger Fest 2026

Kota Bandarlampung (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menyambut baik kesuksesan gelaran Lampung Begawi dan Siger Fest 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Lampung City Mall.
Ajang ini dinilai sebagai momentum penting yang membuktikan bahwa kolaborasi lintas instansi, termasuk regulator keuangan, perbankan, dan pemerintah daerah, mampu menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing.
Selama tiga hari pelaksanaannya, ajang ini berhasil menyedot sekitar 28 ribu pengunjung dengan total transaksi UMKM melampaui Rp500 juta, serta mencetak lebih dari 1.200 transaksi wakaf. Dari kacamata OJK, kelancaran transaksi ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur jasa keuangan yang inklusif dan terpercaya.
Pencapaian tersebut merupakan cerminan dari sehatnya intermediasi sektor jasa keuangan di Lampung dalam mendukung sektor riil, khususnya UMKM.
Keberhasilan Lampung Begawi dan Siger Fest 2026 adalah wujud nyata dari sinergi kolaboratif antara OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh Industri Jasa Keuangan (IJK).
Sepanjang tahun 2026, pihaknya terus mendorong IJK untuk proaktif membuka akses pembiayaan yang mudah dan aman. Realisasi pembiayaan UMKM yang mencapai lebih dari Rp10 miliar serta ekspor senilai Rp1,92 miliar menjadi bukti bahwa pendampingan kapasitas usaha dan literasi keuangan yang dibangun bersama mampu membawa produk lokal, seperti kopi dan olahan pangan, menembus pasar global.
Beberapa aspek penting dari penyelenggaraan acara ini sangat sejalan dengan fungsi dan tugas pokok OJK di daerah. Pertama yaitu peningkatan akses dan pembiayaan. Keterlibatan lebih dari 100 pelaku usaha dari sektor kuliner, kopi, hingga wastra menjadi bukti bahwa akses permodalan dari lembaga jasa keuangan formal telah terdistribusi dengan baik, membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi hingga mampu mengekspor ke Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Asia Timur.
Selanjutnya yaitu fokus pada perlindungan konsumen. OJK sangat mendukung inisiatif talkshow edukatif bertajuk “Bijak Bertransaksi, Siap Digitalisasi” dan final pemilihan Duta QRIS serta Pelindungan Konsumen. Menurut OJK, literasi keuangan dan digitalisasi harus selalu diiringi dengan pemahaman masyarakat tentang keamanan bertransaksi dan hak-hak konsumen.
Kemudian dukungan hilirisasi komoditas. Melalui wadah seperti Lamban Kupi dan Lamban Wastra, OJK melihat adanya peluang besar bagi IJK untuk mempertemukan UMKM dengan calon investor, mendorong nilai tambah (hilirisasi) yang berujung pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Sejalan dengan apresiasi yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan.
OJK Lampung juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal target prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung dan Asta Cita.
OJK akan terus memastikan sektor jasa keuangan berkontribusi maksimal dalam mendukung hilirisasi dan digitalisasi UMKM, guna menciptakan transformasi ekonomi Lampung yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat luas.
Pewarta : Asih Aditiya Wulandari
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
