Logo Header Antaranews Lampung

OJK Lampung dan Pemkot Bandarlampung bentuk karakter pelajar peduli lingkungan melalui Bank Sampah

Senin, 31 Agustus 2026 14:01 WIB
Image Print
Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy (kanan) di Bandarlampung menyerahkan rekening tabungan dari Program Bank Sampah kepada siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandarlampung, Senin. (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandarlampung membentuk karakter pelajar peduli lingkungan melalui Program Bank Sampah.

Sebanyak 4.048 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandarlampung mendapatkan rekening tabungan melalui Program Bank Sampah sebagai upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini.

Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy di Bandarlampung, Senin, mengatakan bahwa mekanisme dalam program tersebut yakni para siswa mengumpulkan sampah yang telah ditentukan berdasarkan kriteria dan kategorinya.

"Sampah kemudian ditimbang pada hari yang telah disepakati untuk menentukan nilai ekonominya," kata dia.

Ia mengatakan dalam program itu OJK juga bekerjasama dengan Sahabat Gajah yang sebelumnya telah menginisiasi program bank sampah di sejumlah sekolah untuk melakukan penimbangan dan pencatatan hasil sampah yang dikumpulkan siswa.

"Nilai hasil sampah tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam aplikasi sehingga siswa dapat memantau pendapatan yang diperoleh dari program tersebut. Mereka nanti register di aplikasi. Nanti bisa melihat hasilnya berapa yang mereka terima dari hasil program bank sampah yang ada di sekolah," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandarlampung dalam memperluas akses dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

"Pembukaan rekening menjadi tahap awal inklusi keuangan, sedangkan tahap berikutnya akan diisi dengan edukasi mengenai pengelolaan keuangan. Literasi keuangannya nanti kami lakukan tahapan selanjutnya. Mereka akan diberikan pemahaman bagaimana membedakan mana keinginan dan kebutuhan agar uang dikumpulkan dapat dimanfaatkan guna keperluan sekolah," kata dia.

Ia menilai edukasi tersebut penting karena pelajar kini mulai memiliki sumber pendapatan sendiri dari hasil pengumpulan dan pengelolaan sampah. Selain kemampuan menabung, siswa juga akan dibekali pemahaman mengenai risiko aktivitas keuangan ilegal, seperti pinjaman online ilegal dan investasi ilegal.

"Kami bekali literasi keuangan sejak dini di usia SMP supaya mereka tidak menjadi korban atau terjerat pinjaman maupun investasi ilegal," ujarnya.

Ia menambahkan penggunaan tabungan hasil bank sampah nantinya dapat diarahkan untuk kebutuhan yang bermanfaat, seperti membeli perlengkapan sekolah atau menunjang kegiatan pendidikan.

"Terkait ketentuan mengenai penarikan dana dan saldo minimum rekening mengikuti mekanisme masing-masing lembaga keuangan. Yang lebih penting adalah memberikan pemahaman literasi keuangan. Mereka harus paham uang ini dikelola dan dihasilkan untuk apa," katanya.

Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah mengatakan pembukaan rekening tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk karakter pelajar agar peduli terhadap kebersihan lingkungan dan terbiasa mengelola uang yang mereka hasilkan sendiri.

"Dengan membukakan rekening kepada anak-anak sekolah, nanti hasil sampah yang sudah dipilah, ditimbang, dipungut dan dibersihkan itu menjadi bagian pendapatan dari para anak-anak sekolah," katanya.

Menurut dia, program bank sampah tidak hanya memberikan edukasi mengenai kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajarkan siswa untuk menabung dan mengelola pendapatan.

"Program tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh jenjang pendidikan, mulai SMP dan SD," kata dia.



Pewarta :
Editor: Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026