
Unila jalin kerja sama riset dengan PTPN III

Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha
Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Lampung (Unila) menjalin kerja sama riset dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
"Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha," ujar Rektor Unila Lusmeilia Afriani di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan selain itu melalui kerja sama riset juga menjadi landasan untuk mempertemukan kekuatan akademik Unila, dengan kebutuhan nyata industri perkebunan dan pertanian.
"Unila memiliki sumber daya akademik yang kuat, termasuk 156 profesor, serta fakultas pertanian dengan bidang keilmuan yang luas. Mulai dari pertanian, teknologi pertanian, kehutanan hingga peternakan. Sehingga fokus kerja sama dapat mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan inovasi untuk menjawab persoalan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan," katanya.
Dia menjelaskan konsep perguruan tinggi berdampak menuntut agar kekuatan yang dimiliki kampus tidak berhenti di ruang akademik.
"Pengetahuan, kepakaran, laboratorium, riset, serta sumber daya manusia Unila perlu dipertemukan dengan kebutuhan lapangan agar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini bisa membentuk program untuk mendukung perguruan tinggi berdampak," ucap dia.
Ia melanjutkan Unila terus mendorong kerjasama segera dibentuk jadi program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. PTPN merupakan mitra strategis karena memiliki lahan, ekosistem industri, pengalaman pengelolaan komoditas, serta ruang praktik yang dapat memperkuat proses pembelajaran dan penelitian mahasiswa.
Tanggapan tambahan katakan oleh Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Denaldy Mulino Mauna.
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin mendesak seiring perubahan ekosistem industri yang berlangsung cepat," ujar Denaldy.
Menurut dia, perusahaan tidak cukup hanya mengejar produktivitas dan efisiensi, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memastikan keberlanjutan.
"Kami dituntut untuk tidak hanya produktif, efisien, tapi juga adaptif, inovatif, dan juga berkelanjutan," tambahnya.
Dia melanjutkan bahwa dunia industri memiliki kekuatan pada pengalaman operasional dan rutinitas produksi, sementara perguruan tinggi memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan inovasi berbasis riset. Karena itu, kolaborasi dengan kampus dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
"Di industri berfokus untuk produktif dan efisien. Untuk inovasi, keberlanjutan, serta adaptifnya mungkin akan berkolaborasi dengan kampus,” katanya.
Salah satunya adalah melalui pengembangan komoditas ubi kayu.
Dia menyebut produktivitas tinggi dan potensi pemanfaatannya untuk mendukung agenda ketahanan energi menjadi alasan penting untuk mendorong riset dan uji coba bersama.
"Kalau kita bisa mewujudkan itu, cita-cita program pemerintah untuk bioetanol dan etanol supaya kita ketahanan energi nanti," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Universitas Lampung jalin kerja sama riset dengan PTPN III
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
