
Pemprov Lampung alokasikan 82 dryer guna tingkatkan nilai tambah komoditas

Pada tahun 2025 pemerintah daerah telah mengalokasikan 34 unit dryer ke seluruh kabupaten dan kota
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan hibah sebanyak 82 unit dryer atau alat pengering komoditas pada 2026 untuk meningkatkan nilai tambah produk komoditas di desa yang ada di wilayahnya.
"Pada tahun 2025 pemerintah daerah telah mengalokasikan 34 unit dryer ke seluruh kabupaten dan kota. Dengan adanya hibah dryer ini akan membantu kegiatan produksi petani, sebab sebelumnya kalau secara manual petani membutuhkan waktu 36 jam untuk proses pengeringan komoditas, dengan ini hanya butuh 12 jam sehingga ada efisiensi waktu," ujar Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung Endang Wahyuni dalam Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Lampung di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan pada 2026 ini telah dialokasikan sebanyak 82 unit dryer yang akan diberikan ke kabupaten dan kota dengan anggaran sebesar Rp27,36 miliar.
"Dengan ini akan ada nilai tambah atas komoditas, kemudian ada efisiensi waktu juga untuk proses produksi. Dicontohkan untuk komoditas gabah akan ada nilai tambah produksi sebesar Rp5,5 juta per 10 ton, kemudian jagung Rp3,25 juta per 10 ton, dan singkong Rp3,45 per 10 ton ini adalah nilai ekonomi dari pelaksanaan hibah dryer," katanya.
Dia melanjutkan dengan program tersebut pun akan ada peningkatan pendapatan bagi petani. Dan dalam pelaksanaannya akan diberikan juga bimbingan teknis manajemen usaha, bimbingan teknis pengoperasian alat bagi operator dan bimbingan akses permodalan bagi penerima dryer di 2026.
"Pada 2027 program hibah dryer ini ditargetkan akan mencapai 200 unit, dan akan ada rencana pengadaan hibah rice milling unit (RMU) hammer mill jagung, ubi dan dedak padi, serta mesin pembuatan pelet untuk pakan ternak ayam dan ikan bagi penerima dryer yang berhasil menjalankan usaha dryernya," ucap dia.
Menurut dia, melalui program tersebut Gapoktan penerima dryer akan diarahkan untuk menjadi wirausaha baru dan dapat mengelola usahanya.
Diketahui pada 2025 sebanyak 34 unit dryer telah dihibahkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat seperti Poktan, Gapoktan, BUMDes, dan koperasi pertanian. Terinci lokasinya ada di Kabupaten Lampung Barat tepatnya di Suoh, Tugu Ratu dengan komoditas padi dan kakao.
Lalu Kabupaten Tanggamus di daerah Semaka, dan Wonosobo dengan komoditas padi, di Kabupaten Lampung Selatan terdapat di daerah Natar dan Ketapang dengan komoditas gabah dan jagung.
Selanjutnya di Kabupaten Lampung Timur ada di Way Jepara dan Purbolinggo dengan komoditas gabah dan di wilayah lainnya yakni di Kabupaten Lampung Utara, Waykanan, Pesawaran, Pringsewu, Mesuji, hingga Pesisir Barat.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
