
Gubernur Lampung sebut pupuk hayati cair bisa kurangi biaya usaha tani

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat sektor pertanian berbasis kerakyatan
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djusal mengatakan bahwa adanya pemanfaatan pupuk hayati cair (PHC) dapat membantu mengurangi biaya usaha tani para petani dan mendorong peningkatan produksi sektor pertanian daerah.
"Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat sektor pertanian berbasis kerakyatan, melalui program optimalisasi penggunaan pupuk hayati cair (PHC). Guna mendongkrak produktivitas komoditas unggulan daerah, sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djusal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan melalui efisiensi input produksi dengan melaksanakan pemanfaatan pupuk hayati cair oleh para petani, maka struktur biaya usaha tani dapat ditekan.
"Target kami ke depan adalah seluruh petani teredukasi dalam pemakaian bahan organik cair secara mandiri. Mereka bisa membuat sendiri, menggunakan sendiri, dan menikmati nilai tambah keuntungannya secara langsung demi kemakmuran daerah dan yang pasti akan mengurangi biaya produksi," katanya.
Dia melanjutkan langkah strategis itu akan diselaraskan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, yang dilakukan melalui bimbingan teknis yang masif bagi para pendamping serta penyuluh pertanian di lapangan.
"Struktur ekonomi Provinsi Lampung didominasi oleh sektor primer pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang menyumbang sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari luas lahan produktif, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung hajat hidup sekitar 5 juta masyarakat Lampung, yakni ubi kayu, padi, dan jagung oleh karena itu ini harus dioptimalkan produksinya salah satunya melalui penggunaan pupuk hayati cair," ucap dia.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program sektor pertanian di tingkat petani sangat bergantung pada dedikasi dan kesamaan visi para penyuluh pertanian. Sehingga diperlukan penguatan pemahaman untuk mendukung sektor pertubuhan pertanian. Sebab sektor pertanian merupakan fondasi utama perekonomian Lampung yang menopang hajat hidup sebagian besar masyarakat.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni.
"Dinas KPTPH Provinsi Lampung akan terus berkomitmen mempercepat implementasi program-program inovasi pertanian, guna mengamankan target produksi daerah dan memperkuat kesejahteraan petani di seluruh kabupaten serta kota se Provinsi Lampung," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni.
Diketahui sebelumnya dalam pelaksanaan Program Desaku Maju Pemerintah Provinsi Lampung berupaya untuk meningkatkan produksi melalui pelaksanaan program pupuk hayati cair, dimana pada 2025 telah ada 500 lokasi di desa di Provinsi Lampung yang memanfaatkan program tersebut.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
