Logo Header Antaranews Lampung

Cegah kanker serviks, 12 ribu bidan di Lampung edukasi 14.762 perempuan periksa Pap Smear

Selasa, 7 Juli 2026 20:55 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyerahkan penghargaan kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung atas edukasi deteksi dini pencegahan kanker serviks bagi perempuan di wilayah itu Bandarlampung, Selasa (7/7/2026). ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Kami mengapresiasi kerja keras sekitar 12 ribu bidan di Provinsi Lampung

Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 12 ribu bidan di Provinsi Lampung melaksanakan edukasi sekaligus menggerakkan 14.762 perempuan di wilayah itu, untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear guna mencegah kanker serviks.

"Perempuan sering kali lebih mengutamakan kesehatan anak, suami, maupun orang tua dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. Oleh karena itu, gerakan pemeriksaan Pap Smear tidak hanya menjadi upaya deteksi dini kanker serviks, tetapi juga sarana membangun kesadaran perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatannya," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangan di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan keberhasilan pelaksanaan Pap Smear terhadap 14.762 perempuan menunjukkan semakin meningkat kesadaran perempuan di Lampung terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Ia menjelaskan perempuan yang sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mendampingi keluarga serta menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.

"Kami mengapresiasi kerja keras sekitar 12 ribu bidan di Provinsi Lampung yang selama beberapa pekan ini turun langsung ke masyarakat memberikan edukasi dan mengajak perempuan mengikuti pemeriksaan Pap Smear," katanya.

Dia menjelaskan bidan memiliki peran strategis sebagai pendamping perempuan dalam berbagai fase kehidupan, mulai dari masa remaja, kehamilan, persalinan, hingga pelayanan kesehatan reproduksi.

"Yang dilihat masyarakat bukan hanya ilmu yang dimiliki tenaga kesehatan, tetapi juga ketulusan dalam melayani. Itulah yang dihadirkan para bidan di Provinsi Lampung. Sebab kesehatan perempuan adalah fondasi kesehatan keluarga. Ketika seorang perempuan sehat, ia dapat hadir lebih kuat untuk keluarganya, anak-anak, dan lingkungan," ucap dia.

Pelaksanaan pemeriksaan Pap Smear tersebut dilakukan di 224 tempat layanan yang tersebar di 15 kabupaten dan kota dengan melibatkan puskesmas, praktik mandiri bidan, serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

"Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, seperti dari Ikatan Bidan Indonesia, BPJS Kesehatan, BKKBN, laboratorium pemeriksaan, pemerintah daerah, hingga mitra pelayanan kesehatan," katanya.

Menurut dia, upaya pencegahan kanker serviks harus menjadi layanan kesehatan yang berkelanjutan, bukan hanya dilaksanakan dalam peringatan atau pemecahan rekor.

Ia meminta seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, laboratorium, hingga tenaga kesehatan, terus memperkuat layanan skrining kanker serviks agar semakin mudah diakses masyarakat.

"Pemeriksaan dini berarti pencegahan, dan pencegahan berarti menyelamatkan lebih banyak kehidupan maka deteksi dini ini harus terus ditingkatkan," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026