Logo Header Antaranews Lampung

Alfamart perluas program intervensi gizi ke 39 kota di Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 11:01 WIB
Image Print
Pemberian telur kepada masyarakat yang di salurkan Alfamart bersama dinas terkait. Bandarlampung, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Bandarlampung (ANTARA) - Alfamart memperluas pelaksanaan program intervensi gizi "Satu Telur Sehari" pada 2026 dengan menjangkau 39 kota di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.

"Pada tahun keempat pelaksanaan program ini kami, menargetkan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kita di Indonesia," kata General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Dia mengatakan kegiatan bahwa program ini Alfamart bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Lampung, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran, serta melibatkan Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memantau perkembangan status gizi anak penerima manfaat.

"Penyalurannya dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan kader posyandu dan dinas kesehatan di masing-masing daerah. Di wilayah Kabupaten Pesawaran, program ini secara spesifik menyasar 100 anak penerima manfaat dengan target distribusi lebih dari 18.000 butir telur selama enam bulan. Lokasi penyaluran mencakup enam desa strategis, yaitu Desa Sukaraja, Sukadadi, Gedong Tataan, Karang Anyar, Pampangan, dan Way Layap," katanya.

Ia mengatakan program penanganan stunting membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Ini adalah wadah gotong royong yang sangat baik antara pemerintah dan sektor swasta.

"Melalui sinergi ini, kami berharap dapat menciptakan langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya di Provinsi Lampung," katanya.

Ia mengatakan penerima manfaat program ditetapkan berdasarkan data yang disusun bersama dinas kesehatan agar intervensi tepat sasaran bagi anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembagian telur, tetapi juga menjadi bentuk intervensi gizi yang sederhana, efektif, dan berkelanjutan dalam membantu penanganan stunting.

"Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, melainkan sebuah intervensi sederhana yang terbukti efektif dan efisien dalam penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, melihat respons positif dan perkembangan fisik anak-anak penerima manfaat menjadi api semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan," ujarnya.

Rani menambahkan, pelaksanaan program periode 2026 berlangsung sejak Mei hingga Oktober dan turut disertai kegiatan edukasi gizi bagi orang tua serta pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat.

"Kami berharap kontribusi tersebut dapat mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul di masa mendatang," kata dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026