
PLN UID Lampung hadirkan layanan listrik sesuai kebutuhan petani

PLN siap untuk menghadirkan layanan kelistrikan sesuai dengan kebutuhan petani
Bandarlampung (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menyatakan siap menghadirkan layanan kelistrikan sesuai dengan kebutuhan petani untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
"Kami berkomitmen untuk mendukung produktivitas petani melalui penguatan infrastruktur kelistrikan yang menjadi salah satu faktor penting dalam rantai produksi pertanian modern," kata General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Jumat.
Ia pun mengatakan melalui dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, PLN optimistis dapat menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
“PLN siap untuk menghadirkan layanan kelistrikan sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah Mesuji dan Tulang Bawang serta di seluruh Provinsi Lampung untuk meningkatkan produktivitas petani terutama pada proses produksi gabah kering yang selama ini mengalami kesulitan akibat sarana pertanian yang belum memadai,” katanya.
Menurut dia, upaya yang dilakukan ini sebagai potensi pertumbuhan energi yang besar, sehingga dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung.
"Kami melihat upaya ini sebagai potensi pertumbuhan energi yang besar. Oleh karena memang sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi Lampung diharapkan dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kolaborasi dan sinergi antar instansi pemerintah maupun badan usaha sangat penting dalam upaya peningkatan kemandirian petani.
"Baik dari segi kebutuhan energi, sarana pertanian, sampai dengan pemodalan, di sini kita semua bersinergi dan saya berpesan jangan pernah lelah memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
