Logo Header Antaranews Lampung

Kemenag Bandarlampung: Muharam jadi ruang tumbuhkan kepedulian sesama

Kamis, 25 Juni 2026 18:19 WIB
Image Print
Kemenag Lampung bagikan 200 paket bantuan kepada anak yatim dan disabilitas. Bandarlampung, Kamis (25/6/2026) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandarlampung mengatakan bahwa bulan Muharam menjadi ruang bagi umat muslim guna menumbuhkan kepedulian kepada sesama, khususnya anak yatim dan disabilitas.

"Muharam ini harus menjadi ruang menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandarlampung, Erwinto, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan Peaceful Muharam merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan anak yatim dan penyandang disabilitas merasakan kehadiran negara sekaligus menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

"Pada bulan Muharam kami ingin memastikan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas merasakan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri. Ada pemerintah, lembaga zakat, para dermawan, dan masyarakat yang bergandengan tangan menghadirkan harapan bagi masa depan mereka," kata dia.

Di pun berharap kebahagiaan yang lahir dari kepedulian ini akan terus tumbuh, tidak hanya pada bulan Muharam, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pada kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Bandarlampung menyalurkan 200 paket santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, SLB, panti asuhan, dan masyarakat sekitar dan 15 beasiswa pendidikan diberikan kepada siswa yatim berprestasi," kata dia.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kota Bandarlampung, Arief Hasyimi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini bertujuan memperkuat kepedulian sosial sekaligus memperluas manfaat zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui sinergi pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat. Secara nasional, program tersebut menargetkan pemberian manfaat kepada dua juta anak yatim dan penyandang disabilitas," kata dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026