
Dishub Lampung: Jalur KA logistik upaya tekan kerusakan jalan

Kita patut bersyukur adanya program peningkatan jalur kereta api logistik
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan bahwa adanya program peningkatan jalur kereta api (KA) logistik Sumatera Selatan (Sumsel)-Lampung menjadi upaya menekan kerusakan infrastruktur jalan di daerah.
"Jadi memang ada program di sektor transportasi kereta api yang khusus dirancang untuk peningkatan operasional kereta api logistik rute Sumatera Selatan ke Lampung. Dan itu ada beberapa prioritas program yang tengah ditawarkan investasinya, serta ada yang sudah berjalan," ujar Bambang Sumbogo, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan program itu dilaksanakan sebagai upaya menyediakan jalur transportasi logistik khusus yang terpisah dari jalur transportasi umum.
"Kita patut bersyukur adanya program peningkatan jalur kereta api logistik, dan sekarang dengan adanya kebijakan dari pemerintah daerah di Sumatera Selatan terkait larangan kendaraan batu bara melewati jalan umum, dan dibuat jalan hauling atau jalur angkutan tambang yang ada di Palembang. Ini bisa berdampak positif bagi Lampung juga agar bisa menekan kerusakan infrastruktur jalan di daerah," ujar dia lagi.
Dia menjelaskan program peningkatan jalur kereta logistik, segmen satu menargetkan rute Lahat menuju ke daerah yang masih di dalam Sumsel.
"Rute prioritas segmen satu itu meski di dalam Sumatera Selatan ini nanti juga akan mengurangi batu bara melalui Lampung. Program segmen satu yang sudah beroperasi ini nilai investasinya sekitar Rp4,1 triliun ke KAI," katanya pula.
Menurut dia, kemudian ada pula program jalur kereta logistik yang ditawarkan yakni jalur kereta api double track. Jalur tersebut akan beroperasi dari perbatasan Sumatera Selatan menuju ke Lampung, melalui daerah ke Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menuju Pelabuhan Panjang.
"Kemudian ada program shortcut kereta api yang beroperasi dari daerah Tegineneng Kabupaten Pesawaran ke lingkar luar tepatnya di daerah Tarahan Kabupaten Lampung Selatan," ujar dia lagi.
Lalu ada pula pengembangan segmen Stasiun Rejosari menuju Bandara Radin Inten II dan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
"Segmen Rejosari, double track, shortcut sudah dianggarkan, dan sudah ditawarkan. Namun karena menggunakan konsep Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) bukan menggunakan APBN, maka investasi proyek sedang ditawarkan ke investor," katanya.
Ia melanjutkan untuk proyek shortcut, nilai anggaran yang tercatat kurang lebih Rp31 triliun. Sedang proses persiapan dan ditawarkan kepada investor.
"Proyek-proyek ini masih ditawarkan ke investor, yang sudah berjalan hanya yang Rp4,1 triliun yang di Sumatera Selatan," ujar dia pula.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
