
BPS Lampung sebut sensus Ekonomi 2026 dukung penyediaan data berkualitas

Ini merupakan momentum yang sangat penting karena Sensus Ekonomi dilaksanakan hanya sekali dalam sepuluh tahun
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi bentuk komitmen dalam mendukung penyediaan data berkualitas guna mendukung pembentukan kebijakan pembangunan daerah yang inklusif.
"Ini merupakan momentum yang sangat penting karena Sensus Ekonomi dilaksanakan hanya sekali dalam sepuluh tahun. Oleh karena itu, kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan untuk memastikan seluruh pelaku usaha dapat tercatat dengan baik," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution di Bandarlampung, Senin.
Ia menjelaskan BPS berkomitmen mendukung pemerintah dalam menyediakan data yang berkualitas melalui petugas lapangan yang telah direkrut dan dilatih sesuai standar nasional untuk melaksanakan kegiatan sensus.
"Nantinya data yang diperoleh dari sensus akan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi Provinsi Lampung. Sehingga kita dapat mengetahui kondisi riil perekonomian Provinsi Lampung. Dari data tersebut, kita akan memperoleh gambaran mengenai sektor-sektor yang produktif, sektor-sektor yang perlu didorong pengembangannya, sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta berbagai potensi ekonomi lainnya," katanya.
Dia mengatakan data tersebut pun akan menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berkeadilan dan inklusif untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Pembangunan yang kita dorong harus berkeadilan dan yang tidak kalah penting adalah bersifat inklusif. Artinya, seluruh masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan sekaligus dapat merasakan hasil pembangunan itu sendiri," ujar dia.
Cakupan pendataan Sensus Ekonomi 2026 sangat luas karena mencakup seluruh pelaku usaha, baik usaha formal maupun usaha yang berada di lingkungan rumah tangga, lanjutnya.
"Ketika kita berbicara tentang pelaku usaha, tidak hanya usaha yang terlihat secara formal atau memiliki tempat usaha tetap. Pelaku usaha yang berada di lingkungan rumah tangga pun akan kami data," ujar dia.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan pada Sensus Ekonomi 2026 adalah sensus ekonomi lengkap sehingga seluruh pelaku usaha akan didata tanpa terkecuali, termasuk yang bergerak di sektor pertanian.
"Sebelumnya BPS telah melakukan pendataan terhadap pelaku usaha besar dan mendapatkan respons yang sangat baik. Berkat dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, kami mendapatkan respons dan antusiasme yang sangat baik dari para pelaku usaha dalam memberikan data yang dibutuhkan," katanya menambahkan.
Menurut dia, untuk kegiatan pendataan door to door, BPS Provinsi Lampung telah menyiapkan sekitar 8.619 orang petugas lapangan non organik yang akan bertugas selama dua setengah bulan.
"Pendataan door to door berlangsung mulai 15 Juni-31 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, BPS Provinsi Lampung didukung oleh sekitar 8.619 petugas lapangan nonorganik yang akan bertugas di seluruh wilayah Lampung," katanya menjelaskan.
Menurut dia, sasaran pendataan adalah seluruh pelaku usaha yang ada di Provinsi Lampung tanpa pengecualian.
"Kami akan melakukan pendataan secara menyeluruh tanpa pengecualian. Hal ini penting agar data yang dihasilkan benar-benar lengkap dan mampu menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya," katanya.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
