Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung sebut obligasi dan sukuk daerah jadi alternatif pembiayaan

Senin, 18 Mei 2026 20:43 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberi sambutan dalam kegiatan sosialisasi penerbitan obligasi dan sukuk bagi pemerintah daerah. (ANTARA/HO-Pemprov Lampung)
Obligasi daerah dan sukuk daerah memungkinkan pemerintah daerah memiliki sumber pembiayaan alternatif

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa obligasi dan sukuk daerah dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan.

"Seluruh wilayah Sumatera Bagian Selatan, seperti Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung memiliki potensi besar untuk mengembangkan skema pembiayaan secara bersama-sama. Sebab tantangan pembangunan daerah ke depan menuntut keberanian untuk berinovasi dalam pembiayaan," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan obligasi dan sukuk daerah menjadi salah satu solusi strategis yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam memperkuat struktur pembiayaan pembangunan daerah. Agar daerah bisa lebih maju, mandiri, dan inovatif dengan menghadirkan skema pendanaan baru yang mampu mempercepat pembangunan.

"Ketika berbicara tentang masa depan pembangunan daerah, kita berbicara tentang bagaimana daerah harus lebih berani berpikir maju, lebih mandiri, dan lebih inovatif. Karena itu, diperlukan instrumen pembiayaan baru yang mampu mendukung percepatan pembangunan, dan obligasi daerah serta sukuk daerah dapat menjadi solusi pembiayaan produktif untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam pembangunan sektor strategis," katanya.

Dia menjelaskan alternatif pembiayaan melalui obligasi dan sukuk tersebut memungkinkan pemerintah daerah tidak bergantung pada pajak dan transfer pusat, tetapi memiliki sumber pembiayaan alternatif yang lebih berkelanjutan.

"Obligasi daerah dan sukuk daerah memungkinkan pemerintah daerah memiliki sumber pembiayaan alternatif untuk membangun proyek-proyek produktif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang," ucap dia.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam proyek-proyek strategis agar tidak hanya menjadi pemilik lahan atau pemberi izin, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Keberhasilan penerbitan obligasi dan sukuk daerah membutuhkan kesiapan regulasi, kapasitas sumber daya manusia, kualitas perencanaan, serta tata kelola yang baik," tambahnya.

Ia pun meminta semua pihak yakni pemerintah pusat, OJK, pelaku pasar keuangan, investor, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar dapat bersinergi dan berkoordinasi mengembangkan berbagai skema pembiayaan alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.

"Saya percaya apabila kolaborasi ini berjalan baik, Lampung dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan obligasi daerah dan sukuk daerah di Indonesia. Dan kami berharap kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal lahirnya ekosistem pembiayaan daerah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, serta membawa Lampung menuju daerah yang lebih mandiri dan kompetitif," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026