Logo Header Antaranews Lampung

DJBC Sumbagbar catat penerimaan bea cukai triwulan I 2026 Rp465,21 miliar

Rabu, 13 Mei 2026 18:17 WIB
Image Print
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Sumbagbar Niken Saraswati memberi keterangan terkait realisasi kepabeanan dan cukai triwulan I 2026. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Sehingga realisasi penerimaan berjumlah Rp465,21 miliar,l

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) menyatakan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di triwulan I 2026 mencapai Rp465,21 miliar.

"Untuk kinerja penerimaan di DJBC Sumatera Bagian Barat sampai 31 Maret ini memang pertumbuhan dari tahun ke tahun mengalami kontraksi sebesar 51,42 persen, sehingga realisasi penerimaan berjumlah Rp465,21 miliar," ujar Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Sumbagbar Niken Saraswati di Bandarlampung, Lampung, Rabu.

Ia mengatakan penerimaan kepabeanan dan cukai itu terdiri atas penerimaan bea masuk sebesar Rp51,48 miliar, sedangkan penerimaan bea keluar berjumlah Rp410,95 miliar.

"Sedangkan, untuk penerimaan cukai sebesar Rp2,78 miliar, dari sisi penerimaan memang ada kendala di bea keluar karena sebagian besar berasal dari produk sawit, dan harga sawit mengalami perubahan serta akibat pengaruh dinamika global," katanya.

Dia menjelaskan untuk lima devisa ekspor tertinggi di Lampung yang mendukung penerimaan kepabeanan dan cukai berasal dari ekspor minyak mentah kelapa sawit, dan minyak mentah inti kelapa sawit dengan pertumbuhan 4,36 persen dari tahun per tahun.

Kemudian, bahan minuman berupa kopi yang terkontraksi 28,92 persen, minyak goreng kelapa sawit dengan pertumbuhan 0,03 persen, batu bara yang terkontraksi 19,43 persen, dan bubur kertas atau pulp dengan pertumbuhan 25,42 persen.

"Sedangkan, untuk lima devisa impor Lampung berasal dari impor lokomotif dan gerbong kereta, pupuk buatan tunggal hara makro primer, minyak mentah lemak nabati dan hewani, serta bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi," ucap dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026