
PPIH: Inovasi digital dan ragam menu tingkatkan layanan konsumsi haji

Makkah (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyampaikan ibadah haji tahun ini menghadirkan inovasi positif yang signifikan dalam layanan konsumsi bagi jamaah calon haji Indonesia, terutama melalui penerapan sistem digitalisasi terpadu dan peningkatan variasi menu makanan.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari di sela-sela kunjungannya ke salah satu dapur katering di Makkah, Selasa, mengatakan pengelolaan data konsumsi tahun ini mulai terintegrasi secara digital penuh.
"Sistem digitalisasi ini mencakup pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan. Terobosan ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan langsung di lapangan," ujar Indri.
Selain transformasi digital, Indri menjelaskan bahwa variasi menu yang disajikan jauh lebih beragam. Penyusunan menu dilakukan secara teliti dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk pauk, serta penyesuaian dengan selera lidah jamaah calon haji Indonesia.
Pemerintah juga berhasil melakukan efisiensi biaya konsumsi sembari meningkatkan gramasi (porsi) pada makanan utama. Di samping itu, jamaah calon haji turut mendapatkan tambahan asupan gizi berupa susu, buah-buahan, dan air mineral guna memastikan kebutuhan fisik dan hidrasi tetap terjaga selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Di wilayah Makkah, layanan konsumsi jamaah calon haji Indonesia dikelola melalui kerja sama dengan 51 dapur penyedia. Seluruh dapur tersebut telah memenuhi spesifikasi dan standar ketat yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, serta Otoritas Arab Saudi, guna menyuplai kebutuhan di 177 hotel untuk 527 kelompok terbang (kloter).
Terkait skema pelayanan pada puncak haji, Indri memaparkan bahwa jamaah calon haji akan langsung disambut dengan air minum selamat datang sebanyak tiga botol saat tiba di Arafah. Selama fase kritis pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, konsumsi disajikan paling banyak lima kali makan. Jamaah calon haji juga dibekali paket konsumsi lengkap sebelum diberangkatkan menuju Muzdalifah.
Sementara itu, untuk fase di Mina yang berlangsung sejak tanggal 10 hingga pagi hari pada 13 Dzulhijjah, jamaah calon haji akan mendapatkan layanan konsumsi tepat waktu dengan kuantitas paling banyak 10 kali makan.
Seluruh penyedia layanan yang bernaung di bawah syarikah bekerja dalam pengawasan ketat PPIH Arab Saudi. Hingga 10 Mei 2026, tercatat sebanyak 1.193.534 boks makanan telah berhasil didistribusikan dengan lancar kepada seluruh jamaah calon haji di Makkah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Inovasi digital dan ragam menu tingkatkan layanan konsumsi haji
Pewarta : Citro Atmoko
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
