
Lampung Selatan tanam bibit pohon di Gunung Rajabasa guna cegah bencana

Hari ini kita melakukan penanaman pohon sebagai upaya penguatan tanah
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melakukan penanaman bibit pohon di kawasan hutan Gunung Rajabasa sebagai wujud kepedulian dalam menjaga ekosistem lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di Kalianda Sabtu mengatakan daerah lereng gunung harus dijaga habitat hutan dan pohonnya agar tidak terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Hari ini kita melakukan penanaman pohon sebagai upaya penguatan tanah. Ada sekitar 50 bibit pohon yang kita tanam, di antaranya jenis beringin dan aren,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi medan yang cukup ekstrem dan faktor keselamatan tim di lapangan.
“Tadinya kita targetkan 200 pohon, namun melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, kita maksimalkan 50 pohon terlebih dahulu di titik-titik yang paling krusial,” ucapnya.
Dia menjelaskan, langkah tersebut menjadi respons konkret Pemkab Lampung Selatan terhadap ancaman longsor di Gunung Rajabasa, sekaligus bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hutan lindung.
Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa menjaga kelestarian Gunung Rajabasa merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu dia mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah penyangga, untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kita harus sadar bahwa mencegah itu jauh lebih baik. Lebih baik kita antisipasi dengan menanam dan merawat pohon sekarang, daripada kita menyesal di kemudian hari saat bencana terjadi,” katanya.
Langkah penanaman pohon, kata dia, diharapkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana di wilayah Gunung Rajabasa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Lamsel tanam bibit pohon di Gunung Rajabasa cegah bencana
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
