
Dompet Dhuafa gelar kegiatan bersama Sahabat Disabilitas Mental

Tentunya kegiatan ini sangat bermakna karena di balik kegiatan ini juga merupakan terapi bagi pasien disabilitas mental.
Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menggelar kegiatan Ramadhan Bersama Sahabat Disabilitas Mental di Masjid Agung Kota Bogor yang diikuti 120 peserta, Kamis (12/3).
Peserta yang ikut merupakan disabilitas mental binaan dari 12 yayasan mitra LPM. Kegiatan ini pun menjadi momen untuk saling menjalin silaturahmi antar sahabat disabilitas mental dari berbagai yayasan.
Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan peserta dalam setiap perlombaan seperti lomba Azdan dan Iqamah, Hafalan Surat Pendek Al-Qur’an, Kultum, Cerdas Cermat, hingga Hafalan Do’a Harian.
Irene Dwi Wahyu, pendamping dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan menyatakan, kegiatan ini begitu berarti bagi disabilitas mental sebagai salah satu model terapi.
"Tentunya kegiatan ini sangat bermakna karena di balik kegiatan ini juga merupakan terapi bagi pasien disabilitas mental. Dengan perlombaan kayak begini bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien, meningkatkan motivasi dan komunikasi maupun sosialisasi bagi pasien. Mereka juga lebih teredukasi tentang Ramadan dan berpuasa," ujarnya.
Irene juga mengatakan peserta sangat antusias untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Meski sebagian besar di antara mereka berpuasa sebab kesembuhan mereka telah mencapai 80 persen, namun antusias mereka tampak tak padam hingga kegiatan berakhir.
"Alhamdulillah pasien dampingan saya semuanya hampir berpuasa, karena memang gejala kekambuhannya sudah minim, tapi mereka sangat antusias. Pagi-pagi sudah siap-siap dan mereka tampak sangat have fun,” tambahnya.
Sementara itu, Tubagus Iim Nurrohim, Kepala Bagian Program Pembinaan Dhuafa LPM menyatakan kegiatan ini menjadi momentum yang baik dengan mengajak sahabat disabilitas mental untuk bersama-sama menyemarakkan Ramadan lewat kegiatan positif.
"Dalam kegiatan ini, kami mengajak sahabat disabilitas mental untuk saling unjuk bakat dalam momentum Ramadan. Kemudian lewat kegiatan ini juga, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa disabilitas mental itu mampu melakukan kegiatan yang dilakukan orang pada umumnya," ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah bagi pemenang.
Iim berharap, lewat kegiatan ini dapat semakin mensyiarkan kepada masyarakat luas untuk menepis stigma negatif tentang disabilitas mental serta meningkatkan kepercayaan diri agar mereka pun bisa diterima dalam hidup bermasyarakat.
Berita Kerjasama
Pewarta : Muklasin
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
